Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Uni Eropa Embargo Minyak Rusia, Kapan Harga Tembus US$100 per Barel?

ICDX memproyeksikan harga minyak acuan akan bergerak di level resistance US$100–US$115 per barel dengan support US$65-US$55 per barel pada kuartal I/2023.
Artha Adventy
Artha Adventy - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  20:16 WIB
Uni Eropa Embargo Minyak Rusia, Kapan Harga Tembus US$100 per Barel?
Tangki penyimpanan minyak di California, Amerika Serikat - Bloomberg/David Paul Morris
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah dunia tahun ini diprediksi masih terpengaruh oleh langkah embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia.

Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) memproyeksikan harga minyak acuan akan bergerak di level resistance US$100–US$115 per barel dengan support US$65-US$55 per barel pada kuartal I/2023. Pada awal 2023, harga minyak rebound setelah pada kuartal IV/2022 harga turun 9,71 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (25/1/2023) pukul 18.50 WIB, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di US$80,33 per barel atau meningkat 0,20 persen. Sedangkan minyak Brent terpantau naik 0,16 persen ke posisi US$86,27 per barel.

Tim Riset ICDX mengungkapkan setidaknya ada 3 poin fokus pasar yang mempengaruhi tren komoditas minyak mentah, yaitu embargo pada produk turunan minyak Rusia pada 5 Februari 2023, target OPEC yang memprediksi harga minyak 2023 stabil di kisaran US$80 - US$90 per barel, serta AS yang masih mengalami krisis stok di Cadangan Strategis Negara.

“Embargo terhadap minyak Rusia seharusnya berdampak positif bagi harga minyak, namun efek bullish ini tidak berlangsung lama karena minyak Rusia hanya 'dialihkan' bukan sepenuhnya dihilangkan dari pasar, efek batas harga masih belum terlihat jelas, bahkan mungkin tidak efektif serta ancaman pengurangan produksi Rusia belum terealisasi,” jelas tim Riset, Rabu (25/1/2023).

Embargo ini direspons Rusia dengan mengalihkan pangsa pasar ekspor minyak dari Eropa ke Asia. Adapun India, China dan Turki bersama-sama menyerap sekitar 70 persen dari total ekspor minyak Rusia via jalur laut.

“Pasar masih menunggu penentuan batas harga serta kebijakan yang akan diambil OPEC+ di mana target minyak masih US$80 hingga US$90 pada 2023. Keputusan akan diambil ketika harga minyak lebih tinggi atau lebih rendah dari target,” lanjutnya.

Selain itu Amerika Serikat masih belum menunjukkan indikasi pembelian stok Cadangan Strategis Negara, di mana posisinya saat ini berada di level terendah yakni 371,58 juta barel, terendah sejak Desember 1983.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah wti harga minyak brent harga minyak mentah icdx
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top