Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekosistem EV, Bos IBC Ungkap Progres Investasi CATL Rp89 Triliun

Pada 16 Januari 2023 telah ditandatangani CSPA sebagian saham Antam dalam PT Sumber Daya Arindo. CSPA itu diteken Antam dengan Hong Kong CBL.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  16:41 WIB
Ekosistem EV, Bos IBC Ungkap Progres Investasi CATL Rp89 Triliun
Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. - Bisnis/M. Faisal Nur Ikhsan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia Battery Corporation (IBC) terus mengawal komitmen investasi ekosistem baterai kendaraan listrik Contemporary Amperex Technology Co. (CATL)  yang total nilainya mencapai US$6 miliar  atau setara Rp89,77 triliun setelah merampungkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam. 

Presiden Direktur IBC Toto Nugroho mengatakan pada 16 Januari 2023 telah ditandatangani Conditional Sales Purchase Agreement (CSPA) sebagian saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dalam PT Sumber Daya Arindo yang merupakan anak usaha Antam yang menjalankan aktivitas pertambangan bijih nikel. CSPA itu diteken Antam dengan Hong Kong CBL Limited.

CSPA itu, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen CATL untuk berinvestasi mulai dari pertambangan, hingga baterai dan daur ulang baterai kendaraan listrik.

"Tahap berikutnya setelah bangun mining akan bangun smeltingnya. Pabrik itu kemungkinan besar di Halmahera Timur," kata Toto di Indonesia Pavilion, Davos, Swiss, baru-baru ini.

Setelah itu, dia mengatakan pabrik baterai electric vehicle (EV) masih dalam kajian apakah akan berlokasi di Jawa atau di Kalimantan Utara. Yang jelas, lanjutnya, CATL berkomitmen untuk berinvestasi dengan total nilai US$6 miliar dan selesai pada 2027 dengan total kapasitas 15 Gwh.

IBC mencatat total potensi investasi di sektor ekosistem kendaraan listrik hingga 2027 mencapai US$25 miliar. Jumlah itu termasuk komitmen investasi dari CATL sebesar US$6 miliar, LG US$9 miliar, ditambah potensi investasi infrastruktur untuk mendukung motor listrik dan ekosistem EV di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Seperti diketahui, IBC adalah anak perusahaan BUMN, yang didirikan oleh empat BUMN Indonesia yakni PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), MIND ID, Pertamina, dan PLN.

Sebelumnya, IBC juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama dengan Citaglobal Bhd. asal Malaysia pada 8 Januari 2023. Ruang lingkup MoU adalah kerja sama pengembangan pabrik pembuatan sel baterai dan Battery Energy Storage System (BESS). Kerja sama ini diharapkan dapat saling melengkapi dan memberi nilai lebih untuk kesiapan industri baterai di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indonesia Battery Holding Kendaraan Listrik antam
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top