Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AKRA dan SSIA Pasang Target Penjualan Tinggi, Simak Rekomendasi Analis

PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) memasang target tinggi dalam target penjualan lahan pada 2023.
Subang Smartpolitan SSIA
Subang Smartpolitan SSIA

Bisnis.com, JAKARTA — PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) memasang target tinggi dalam target penjualan lahan pada 2023. SSIA menargetkan penjualan lahan hingga 70 hektare, sedangkan AKRA menargetkan 75 hektare.

Adapun target-target tersebut terbilang jauh dari capaian sepanjang 2022. Sebut saja AKRA yang membukukan marketing sales seluas 45 hektare di KEK JIIPE sepanjang 2022. Kemudian SSIA mencatatkan total marketing sales setidaknya 11 hektare dengan Suryacipta Karawang seluas 9 hektare dan Subang Smartpolitan seluas 2 hektare.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei mengatakan target yang ditetapkan oleh AKRA maupun SSIA dapat tercapai dengan adanya kondisi perekonomian global. Salah satunya adalah pembukaan kembali aktivitas perekonomian Cina yang menjadi potensi investor.

Selain itu, menurunnya inflasi seperti di Amerika Serikat membuat kenaikkan suku bunga akan mereda dan membuat imbal balik investasi menjadi semakin menarik. Pulihnya perekonomian di berbagai negara juga akan meningkatkan dana beli dalam investasi terlebih Indonesia memiliki fundamental yang kuat.

Jono menilai terdapat risiko global seiring adanya kondisi geopolitik Rusia-Ukraina yang membuat harga energi meningkat. Kembali dibukanya perekonomian Cina juga berpotensi menimbulkan keterbatasan pasokan akibat meningkatnya permintaan.

“Mungkin di semester I/2023 ini kita bisa melihat lagi seperti apa perkembangannya.” ujar Jono kepada Bisnis, Selasa (17/1/2023).

Jono menilai SSIA masih memiliki prospek yang menarik terlebih lagi dengan adanya Subang Smartpolitan yang menjadi target investasi untuk industri otomotif maupun teknologi. Nilai tambahan dari Subang Smartpolitan adalah lokasinya yang dekat dengan Pelabuhan Patimban sehingga mempermudah distribusi.

Namun, Jono mengatakan mayoritas pendapatan SSIA masih bergantung pada segmen konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA). Per kuartal III/2022, segmen konstruksi berkontribusi hingga Rp1,73 triliun dari total pendapatan Rp2,46 triliun. Angka ini setara dengan 70,11 kontribusi dari total pendapatan.

 “SSIA sendiri mayoritas pendapatannya masih dari unit usaha konstruksi yang dimiliki, yaitu NRCA, sehingga kinerja SSIA masih tergantung pada NRCA yang juga telah mengalami peningkatan kinerja di 2022,” jelas Jono.

Sementara itu, Jono menilai AKRA masih memiliki prospek baik karena adanya PT Freeport Indonesia sebagai tenant andalan di KEK JIIPE. Namun, pendapatan AKRA masih didominasi oleh pendapatan dari kontrak dengan pelanggan untuk produk dan jasa dari Bahan Bakar Minyak (BBM) pihak ketiga.

Laporan keuangan per 30 September 2022 menunjukkan pendapatan dari produk dan jasa BBM mencapai Rp26.85 triliun. Angka ini setara 78,12 persen dari total pendapatan Rp34,37 triliun.

“Target terdekat untuk trading saham AKRA di level 1.400 dan SSIA di level 284,” ujar Jono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper