Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham MDKA Melesat, Terpantik Rencana IPO Merdeka Battery (MBM)

Saham emiten tambang logam Grup Saratoga MDKA menguat di tengah rencana IPO anak usahanya, PT Merdeka Battery Materials (MBM).
Saham emiten tambang logam Grup Saratoga MDKA menguat di tengah rencana IPO anak usahanya, PT Merdeka Battery Materials (MBM).
Saham emiten tambang logam Grup Saratoga MDKA menguat di tengah rencana IPO anak usahanya, PT Merdeka Battery Materials (MBM).

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas Grup Saratoga, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) akan memboyong anak usahanya, PT Merdeka Battery Materials (MBM) melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sentimen tersebut membuat saham MDKA melambung. Pada perdagangan Jumat (6/1/2023), saham MDKA naik 2,14 persen atau 90 poin menjadi Rp4.290. Total transaksinya mencapai Rp120,74 miliar, dengan kapitalisasi pasar Rp103,44 triliun.

Komisaris Utama MDKA Edwin Soeryadjaya menyatakan MDKA sedang mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan, termasuk opsi di pasar modal untuk MBM. Nantinya, MBM akan memacu ekspansi penghiliran logam, khususnya terkait industri baterai kendaraan listrik.

"Kami mempertimbangkan MBM untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/1/2023).

MDKA akan membuat pengumuman lebih lanjut mengenai perkembangan rencana IPO MBM ke depanya. Manajemen MDKA berharap masuknya MBM ke BEI akan menawawarkan peluang bagi investor masuk ke perusahaan bahan baku baterai yang terintegrasi.

Menurut Erwin, Indonesia menjadi salah satu lokasi strategis dalam pengembangan rantai pasok industri baterai kendaraan listrik. MBM sendiri memiliki sumber daya nikel yang signifikan secara global.

MBM mengoperasikan Tambang Mineral Cahaya Sulawesi yang memiliki sekitar 13,8 juta ton nikel dan 1,0 juta ton kobalt. MBM juga mengoperasikan smelter RKEF dengan total kapasitas 88.000 ton nikel dalam NPI per tahun.

Bersama Tsingshan, MBM membentuk kemitraan strategis untuk mengembangkan kawasan industri yang berfokus pada bahan nikel dan baterai, yang dikenal dengan Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP).

Sementara itu, MDKA sendiri merupakan perusahaan induk dengan anak perusahaan operasional yang bergerak dalam kegiatan usaha pertambangan, meliputi eksplorasi; produksi emas, perak, tembaga, nikel (dan mineral terkait lainnya); dan jasa pertambangan.

Aset utama Merdeka adalah Proyek Tembaga Tujuh Bukit; MBM; Proyek Emas Pani; Wetar / Morowali Acid Iron Metal Project; Tambang Emas Tujuh Bukit dan; Tambang Tembaga Wetar.

Deposit Proyek Tembaga Tujuh Bukit adalah salah satu mineral tembaga dan emas yang belum dikembangkan peringkat teratas di dunia
dengan sumber daya sekitar 8,2 juta ton tembaga dan 28,6 juta ons emas.

Sebagai perusahaan pertambangan Indonesia kelas dunia, Merdeka dimiliki oleh pemegang saham terkemuka Indonesia, antara lain PT Provident Capital Indonesia, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), dan Garibaldi Thohir, yang memimpin beberapa perusahaan publik di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper