Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Booming dan Kejatuhan NFT, Kenali Lagi Istilah Produk Kripto Ini

2022 merupakan tahun saat NFT sempat meledak di Indonesia karena fenomena Ghozali Everyday. Namun booming itu hanya sebentar.
Ghozali Everyday/OpenSea
Ghozali Everyday/OpenSea

Bisnis.com, JAKARTA - Non fungible token (NFT) menjadi salah satu produk teknologi kripto yang menyita perhatian pada 2022. Secara global, tren NFT booming pada 2021 hingga awal 2022 sampai akhirnya jatuh pada semester II/2022. 

Awal tahun 2022, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan seorang pria dengan username Ghozali Everyday yang berhasil menjual hasil swafotonya di platform OpenSea dengan nilai mencapai Rp1,5 miliar. Momentum ini membuat NFT booming di Indonesia terdorong fenomena investor fear of missing out (FOMO)

Secara global, pada Oktober lalu Cointelegraph melaporkan penjualan NFT cukup kuat pada semester I/2022, dengan pengguna kripto menghabiskan US$2,7 miliar untuk mencetak NFT selama periode tersebut. Namun, meskipun awal tahun yang kuat, ada beberapa sentimen negatif dalam ruang NFT, seperti kejatuhan kripto oleh skandal bangkrutnya sejumlah perusahaan terkait pasar digital ini. 

Untuk mengenal lagi dunia NFT, tak ada salahnya memahami istilah yang melingkupinya, berikut rangkuman istilah tersebut:

Apa itu floor price?
Dalam pengertian umum, floor price adalah seberapa besar harga terendah yang dapat dibebankan untuk suatu komoditas, barang, maupun jasa.

Dikutip dari Pintu Academy, Sabtu (24/12/2022), floor price NFT adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan seberapa besar jumlah uang terendah yang harus dikeluarkan seseorang untuk bergabung sebagai anggota proyek NFT, atau dengan kata lain memiliki NFT dari proyek bersangkutan.

Harga terendah ini ditetapkan sendiri oleh pengembang dari proyek NFT bersangkutan, biasanya dengan mempertimbangkan harga yang diberikan oleh penjual lain dan nantinya harga tersebut akan dicantumkan pada marketplace NFT dari proyek bersangkutan.

Di platform OpenSea, floor price akan diperbarui secara real-time berdasarkan harga terendah dari NFT pada suatu koleksi item.

Manfaat floor price bagi Investor NFT
Floor price merupakan salah satu metrik yang paling banyak digunakan oleh investor untuk menilai suatu proyek di NFT market. Misalnya, koleksi Bored Ape Yacht Club, salah satu proyek di NFT market yang memiliki floor price senilai 103 Ethereum. Dengan demikian maka setiap calon pembeli dapat membeli Bored Ape dengan harga mulai dari 103 Ethereum.

Jika calon pembeli menggunakan platform OpenSea dan ingin membeli dengan harga lebih murah, maka mereka harus mengajukan penawaran. Hal ini dikarenakan platform OpenSea bekerja dengan sistem yang mirip dengan eBay di mana setiap calon pembeli dapat mengajukan penawaran harga, termasuk untuk harga lebih tinggi maupun lebih rendah dari pasar. Hanya saja, kemungkinannya kecil untuk penawaran harga lebih rendah dapat diterima oleh penjual.

Membeli NFT pada floor price seringkali dilakukan oleh calon pembeli dengan tujuan untuk menerima manfaat dari proyek yang dijual. Biasanya, proyek NFT yang berhasil terjual dengan harga terendah (floor price) bersifat tidak langka atau tidak eksklusif, sehingga tidak menciptakan nilai tambah.

Bagaimana Cara Menentukan Floor Price di NFT?
Sebagaimana konsep jual-beli barang atau jasa pada umumnya, floor price di NFT Market juga ditentukan oleh jumlah permintaan. Semakin banyak peminatnya, maka semakin tinggi pula harga jual yang ditetapkan oleh pemilik proyek. Begitupun sebaliknya, semakin sedikit permintaan, maka harga jual akan relatif lebih rendah karena tidak banyaknya jumlah tawaran dari pembeli.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi floor price NFT berdasarkan jumlah permintaan dari NFT bersangkutan.

Keunikan atau Kelangkaan
Faktor pertama yang mungkin mempengaruhi tingginya permintaan terhadap proyek NFT adalah keunikan dari produk yang dihasilkan. Semakin unik suatu produk NFT, maka hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri bagi kolektor NFT.

Keunikan produk NFT dapat ditonjolkan melalui adanya fasilitas khusus atau mengusung konsep yang belum pernah ada sebelumnya. Agar mendapat keunikan tersendiri, penjual NFT harus kreatif serta rutin melakukan riset terhadap tren yang sedang booming di pasaran.

Kegunaan
Selain faktor unik, produk NFT juga bisa semakin diminati pembeli karena fungsi atau kegunaannya. Semakin tinggi nilai fungsi suatu produk NFT, maka semakin banyak pula kegunaannya.

Untuk menargetkan produk NFT berdasarkan fungsinya, para penjual NFT harus menentukan dan menargetkan segmen konsumen tertentu yang memahami fungsi dari produk NFT yang dijual.

Popularitas Kreator
Kreator yang populer biasanya telah memiliki segmen konsumen khusus yang kemungkinan besar akan membeli proyek mereka. Dengan begitu, mereka mungkin menentukan floor price yang relatif tinggi karena merasa percaya diri dengan potensi NFT mereka.

Di platform OpenSea, floor price akan diperbaru secara otomatis dan real-time berdasarkan harga NFT terendah dari koleksi item seseorang. Oleh karena itu untuk mengubah floor price, pengguna tinggal mengubah harga dari NFT dengan harga terendah pada koleksi masing-masing.
● Klik tombol “Lower Price” pada bagian paling kanan dari halaman produk.
● Masukan harga baru yang diinginkan
● Klik tombol “Set New Price” untuk mengganti harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper