Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Rights Issue Saham BBTN Berpotensi Terdiskon, Simak Sebabnya

Rights issue saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berpotensi lebih rendah dari harga pasar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 08 Desember 2022  |  15:30 WIB
Rights Issue Saham BBTN Berpotensi Terdiskon, Simak Sebabnya
Pegawai mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (27/10/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rights issue saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berpotensi lebih rendah dari harga pasar.

Analis MNC Sekuritas Tirta Gilang Citradi mengatakan harga saham bank himbara itu masih dalam posisi terdiskon. Pasalnya harga saham perseroan belum diapresiasi oleh pasar.

“PBV BBTN saat ini 0,76 kali dan sangat mungkin harga rights akan di bawah harga saham induk, jadi dua kali diskon,” katanya dalam riset Kamis, (8/12/2022).

Tirta mengatakan rights issue BBTN terakhir kali terjadi pada 2012. Maka itu dia menilai aksi korporasi ini juga menarik untuk dicermati karena pandangan yang positif terhadap kinerja BTN ke depan.

MNC Sekuritas menilai aksi korporasi rights issue BBTN didukung oleh valuasi harga saham yang masih rendah, fundamental perusahaan yang solid dan prospek kinerja ke depan yang positif. MNC Sekuritas juga memproyeksi harga saham BBTN bisa mencapai Rp2.300 dalam setahun ke depan.

Sementara itu, Analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengatakan masuknya dana segar baru dari pelaksanaan rights issue bakal mengerek capital adequacy ratio (CAR) BTN menjadi sekitar 19 persen-20 persen dibandingkan catatan September 2022 sebesar 17,3 persen. 

“Kami memperkirakan masuknya dana segar baru tersebut akan memperkuat kemampuan perseroan untuk mendongkrak pertumbuhan kredit ke depan. Apalagi pemerintah merencanakan peningkatan pemberian subsidi pembelian rumah bagi 200.000 unit tahun 2023, dibandingkan target tahun 2022 sekitar 168.000,” terangnya dalam riset.

RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp2.450 per saham. Target tersebut juga merefleksikan kian pesatnya peningkatan laba bersih perseroan setelah rights issue tuntas tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rights issue mnc rekomendasi saham
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top