Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tangan Kanan Crazy Rich dari Kudus Terus Borong Saham Blibli Sejak IPO

Entah sedang turun atau naik, Honky kerap memborong saham Blibli milik keluarga Crazy Rich Kudus sejak IPO.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  11:48 WIB
Tangan Kanan Crazy Rich dari Kudus Terus Borong Saham Blibli Sejak IPO
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg - Dimas Ardian
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tangan kanan dari Keluarga Hartono, Honky Harjo terus menyerok saham Blibli selama sebulan terakhir. Entah sedang turun atau naik, Honky kerap memborong saham unicorn milik keluarga Crazy Rich Kudus semenjak IPO.

Total pengeluaran Honky Harjo berdasarkan catatan Bisnis mencapai Rp222,78 miliar. Dalam periode sebulan belakangan, pria yang menjabat di berbagai korporasi milik Grup Djarum itu tercatat telah memborong 99,82 juta saham.

Memasuki Desember, Honky Harjo menambah jumlah kepemilikan sahamnya di PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) alias Blibli sebanyak 3,19 juta saham saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Senin (5/12/2022), Honky membeli 3,19 juta saham Blibli dengan mahar Rp486 per saham dengan tujuan transaksi sebagai investasi. Dengan demikian, Honky harus merogoh kocek hingga Rp1,55 miliar dalam aksi pembelian tersebut.

Bila dirunut, Honky tercatat beberapa kali menambah jumlah sahamnya di Blibli sejak perusahaan teknologi itu melakukan IPO. Tangan kanan keluarga Hartono itu tercatat mulai membeli 63,93 juta saham Blibli senilai Rp29,5 miliar pada 10 November 2022.

Dalam laporan keterbukaan terpisah, Honky tercatat melakukan transaksi 11 juta saham pada 10 November 2022. Harga rata-rata saham mencapai Rp452 sehingga kali ini Hongky mengeluarkan dana Rp4,99 miliar.

Honky menambah koleksi 12,46 juta senilai total Rp14,78 miliar sebanyak empat kali dengan harga yang berbeda pada 11 November 2022. Pada 17 November 2022, Honky kembali menambah jumlah dekapan sahamnya di Blibli sebanyak 3,59 juta saham. Seperti sebelumnya, Honky melakukannya empat kali dengan harga yang berbeda. Adapun total nilai dalam transaksi ini mencapai Rp1,78 miliar.

Pada 18 November 2022, Honky membeli 1,19 juta saham Blibli senilai Rp500 per sahamnya. Total Honky mengeluarkan hingga Rp599,06 juta. Kemudian 21 November 2022, sebanyak 500 ribu saham dibeli oleh Honky dengan nilai Rp487,32 per saham atau total Rp243,66 juta.

Honky menambah 345.400 ribu saham Blibli dengan harga rata-rata Rp487,9 per saham pada 23 November 2022. Total dana yang dikeluarkan Honky kali ini mencapai Rp168,52 miliar.

Pada 24 November 2022, Honky kembali menambah jumlah sahamnya di Blibli. Namun, tidak seperti sebelumnya kali ini Honky "hanya" membeli 10 ribu saham. Harga rata-rata mencapai Rp490,8 per saham dengan total nilai mencapai Rp4,9 juta.

Jumlah masif baru dilakukan kembali oleh Honky pada 25 November 2022. Honky membeli 890 ribu saham Blibli dengan harga rata-rata Rp494,99 per saham. Total nilainya mencapai Rp440,54 juta.

Pada 28 November 2022, Direktur Grup Djarum itu membeli 1,04 juta saham dengan harga rata-rata Rp476,81 per saham. Total Honky harus merogoh kocek hingga Rp499,89 juta.

Honky mengakhiri November dengan membeli 671.000 saham Blibli. Transaksi dilakukan pada 30 November 2022 dengan harga rata-rata Rp485 81 per saham atau mencapai Rp325,91 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blibli.com crazy rich heru budi hartono djarum ipo saham
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top