Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

GOTO, BBCA dan BBNI Bikin Sesi I IHSG Melemah, Kabar Inflasi Turun Belum Bisa Dongkrak!

IHSG diperberat oleh saham sejuta umat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang melemah 6,62 persen atau terkena ARB ke harga 141.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  12:23 WIB
GOTO, BBCA dan BBNI Bikin Sesi I IHSG Melemah, Kabar Inflasi Turun Belum Bisa Dongkrak!
Karyawan melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I ditutup melemah 0,69 persen atau 48,51 poin ke posisi 7.032,8 pada perdagangan Kamis (1/12/2022). Kabar baik inflasi turun belum mampu mendongkrak pelemahan akibat pelemahan mayoritas bank big caps dan juga PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang auto rejection bawah (ARB).

Berdasarkan data RTI Business, Kamis (1/12/2022), sesi I perdagangan ditutup dengan 282 saham melemah, 229 saham menguat, dan 175 saham stagnan. Terus berada di zona merah, kapitalisasi pasar pun jatuh menjadi Rp9.540 triliun.

Berdasarkan data, nilai perdagangan sesi I mencapai Rp9,16 triliun dengan volume perdagangan saham 13,15 miliar lembar saham dengan frekuensi 834.479 kali. IHSG bergerak pada rentang 7.029 hingga 7.090.

IHSG diperberat oleh saham sejuta umat PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang melemah 6,62 persen atau terkena ARB ke harga 141.

Saham bank big caps juga turut memperparah, seperti BBCA, BBNI, ARTO, BMRI, dan BBRI yang masing-masing turun 2,42 persen, 1,77 persen, 0,87 persen, 0,49 persen, dan 0,4 persen.

Satu-satunya 10 besar big caps yang menguat hanya ASII yang naik 0,83 persen ke harga 6.100.

Kabar inflasi yang melemah pun belum mampu menjadi katalis positif bagi IHSG. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami inflasi 0,09 sebesar persen pada November 2022 (month-to-month/mtm).

Capaian tersebut membuat laju inflasi secara tahunan sudah menembus persen 5,42 (year-on-year/yoy). "Pada November 2022 terjadi inflasi 5,42 persen dibandingkan tahun lalu [yoy]," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers daring, Kamis (1/11/022).

Dia mengatakan komoditas penyumbang inflasi tertinggi secara tahunan, antara lain bensin, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, rokok, beras, telur ayam ras, dan tarif angkutan dalam kota.  

Berdasarkan kelompok pengeluaran, lanjutnya, komponen terbesar pada kel transportasi 15,45 persen dengan andil sebesar 1,86 persen.

Di antara pelemahan indeks, beberapasaham yang cuan di antaranya OKAS, ESTA, MINA, BBYB, dan ERTX yang masing-masing naik 20,47 persen, 12,5 persen, 9,09 persen, 8,84 persen, dan 8,7 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Goto bbca bbni bbri Inflasi badan pusat statistik
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top