Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Penyebab Laba Bersih Grup Indofood INDF dan ICBP Ambles di Kuartal III/2022

Kenaikan beban keuangan selama periode sembilan bulan 2022 sebesar 167,08 persen secara year on year (yoy) membuat laba bersih INDF tergerus.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 01 Desember 2022  |  11:22 WIB
Ini Penyebab Laba Bersih Grup Indofood INDF dan ICBP Ambles di Kuartal III/2022
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Penurunan laba bersih dua emiten Grup Indofood, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), berlanjut hingga kuartal III/2022. Tergerusnya laba terjadi meski penjualan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu.

Penjualan neto konsolidasi INDF hingga akhir September 2022 mencapai Rp80,82 triliun, 11,01 persen lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp72,80 triliun. Laba usaha juga memperlihatkan kenaikan 15,95 persen menjadi Rp14,18 dari sebelumnya Rp12,23 triliun.

Meski demikian, kenaikan beban keuangan selama periode sembilan bulan 2022 sebesar 167,08 persen secara year on year (yoy) membuat laba bersih INDF tergerus. Beban keuangan per akhir September 2022 mencapai Rp5,44 triliun, dibandingkan dengan tahun lalu Rp2,03 triliun.

Peningkatan beban keuangan terutama dipicu oleh bertambahnya beban yang timbul dari selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas pendanaan. Nilainya mencapai Rp3,14 triliun atau melesat 2.090 persen dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya Rp143,76 miliar.

Alhasil, laba bersih INDF tergerus 14,11 persen dari Rp5,40 triliun per September 2021 menjadi Rp4,64 triliun pada akhir kuartal III/2022.

Performa serupa juga diperlihatkan oleh entitas turunan INDF, yakni ICBP. Produsen mi instan Indomie ini melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 14,75 persen secara yoy dari Rp42,62 triliun menjadi Rp48,91 triliun dalam kurun Januari—September 2022.

Kenaikan penjualan itu diikuti dengan kenaikan laba usaha sebesar 8 persen yoy menjadi Rp9,55 triliun, dari Rp8,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba inti yang mencerminkan kinerja operasional, sebelum memperhitungkan akun non-recurring dan kurs, turun tipis 0,38 persen di kisaran Rp5,15 triliun, dibandingkan dengan Rp5,17 triliun pada kurun Januari—September 2021.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk per September 2022 tercatat sebesar Rp3,30 triliun, turun 33,41 persen secara yoy dibandingkan dengan Rp4,96 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sebagaimana entitas induknya, laba bersih yang turun cukup dalam dipicu oleh membengkaknya rugi selisih kurs. Kenaikan beban pos ini mencapai 1.259 persen yoy menjadi Rp2,69 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp197,95 miliar.

Meski demikian, Direktur Utama Indofood Anthoni Salim mengatakan bahwa ICBP akan fokus menjaga keseimbangan pertumbuhan volume penjualan dan profitabilitas. Dia menilai kinerja ICBP tetap positif di tengah perlambatan ekonomi global dan perkembangan biaya yang fluktuatif.

“Total nilai penjualan dan laba usaha tumbuh masing-masing 15 persen dan 8 persen di tengah melambatnya perekonomian global dan kondisi berbagai biaya yang fluktuatif. Kami akan terus berupaya menjalankan strategi dengan baik serta beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi berbagai tantangan,” kata dia.

Pada sesi pertama perdagangan Kamis (1/12/2022) atau sehari setelah rilis laporan keuangan kuartal III/2022, saham INDF dan ICBP terpantau bergerak di zona hijau. Sampai pukul 11.00 WIB, INDF menguat 3,49 persen ke level 6.675, sementara ICBP naik 0,25 persen ke label 10.125 per saham.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood indf icbp ekonomi global indomie recurring income
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top