Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Laba Produsen Indomie Indofood CBP (ICBP) Turun Tipis Jadi Rp5,15 Triliun

Anthoni Salim memastikan bahwa ICBP akan fokus menjaga keseimbangan pertumbuhan volume penjualan dan profitabilitas.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 30 November 2022  |  17:38 WIB
Laba Produsen Indomie Indofood CBP (ICBP) Turun Tipis Jadi Rp5,15 Triliun
Petugas sedang menurunkan karton produk mi instan Indomie. Mi instan merupakan salah satu produk unggulan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. - indofood.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Duo emiten milik Grup Salim PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) membukukan kinerja yang cukup berbeda hingga akhir kuartal III/2022. Laba ICBP terpantau masih terkoreksi per September 2022, sementara INDF memperlihatkan kenaikan.

“Di tengah berbagai hambatan global, Indofood telah dapat mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan di tahun 2022 ini,” kata Direktur Utama Indofood Anthoni Salim dalam keterangan resmi, Rabu (30/11/2022).

INDF mengakumulasi penjualan neto konsolidasi sebesar Rp80,82 triliun per September 2022, naik 11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp72,81 triliun.

Laba usaha INDF naik 16 persen menjadi Rp14,18 triliun dari Rp12,23 triliun. Kenaikan ini diikuti dengan kenaikan margin laba usaha dari sebelumnya 16,8 persen menjadi 17,6 persen.

Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit INDF meningkat 16 persen secara tahunan menjadi Rp6,49 triliun dari sebelumnya Rp5,62 triliun.

“Kami tetap berkomitmen untuk fokus pada daya saing biaya serta menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas,” lanjut Anthoni.

Performa serupa juga diperlihatkan oleh entitas turunan INDF, yakni ICBP. Produsen mi instan Indomie ini melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 15 persen secara year-on-year (yoy) dari Rp42,62 triliun menjadi Rp48,91 triliun dalam kurun Januari—September 2022.

Kenaikan penjualan itu diikuti dengan kenaikan laba usaha sebesar 8 persen yoy menjadi Rp9,55 triliun, dari Rp8,82 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, laba inti yang mencerminkan kinerja operasional turun tipis 0,38 persen di kisaran Rp5,15 triliun, dibandingkan dengan Rp5,17 triliun pada kurun Januari—September 2021.

Meski demikian, Anthoni memastikan bahwa ICBP akan fokus menjaga keseimbangan pertumbuhan volume penjualan dan profitabilitas. Dia menilai kinerja ICBP tetap positif di tengah perlambatan ekonomi global dan perkembangan biaya yang fluktuatif.

“Total nilai penjualan dan laba usaha tumbuh masing-masing 15 persen dan 8 persen di tengah melambatnya perekonomian global dan kondisi berbagai biaya yang fluktuatif. Kami akan terus berupaya menjalankan strategi dengan baik serta beradaptasi dengan cepat untuk menghadapi berbagai tantangan,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan Rabu (30/11/2022), harga saham INDF ditutup menguat 1,98 persen ke level Rp6.450 per saham. Saham Indofood diperdagangkan di rentang harga Rp6.325—Rp6.500 sepanjang sesi.

Saham INDF terpantau bergerak stagnan dalam sepekan terakhir dan berada pada level stabil dengan kenaikan 1,98 persen secara year-to-date (ytd).

Saham ICBP juga ditutup menguat 1,25 persen pada perdagangan hari ini dan berakhir di label Rp10.100 per saham. Menguat 2,28 persen selama sepekan, saham ICBP telah menguat 16,09 persen sepanjang 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indofood cbp sukses makmur indomie anthoni salim indf
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top