Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

XL Axiata (EXCL) Perkuat Jaringan Pakai 70 Persen Capex

XL Axiata mengalokasian 70 persen dari total Rp9 triliun dana belanja modal untuk ekspansi jaringan.
XL Axiata mengalokasian 70 persen dari total Rp9 triliun dana belanja modal untuk ekspansi jaringan. /Bisnis-Rachman
XL Axiata mengalokasian 70 persen dari total Rp9 triliun dana belanja modal untuk ekspansi jaringan. /Bisnis-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk. (EXCL) menegaskan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp9 triliun pada 2022. Sekitar 70 persen atau mayoritas dana untuk menguatan jaringan.

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini dalam keterangan resminya mengatakan keseriusan XL Axiata memperkuat jaringan terlihat dari pengalokasian 70 persen dari total Rp9 triliun dana belanja modal untuk ekspansi jaringan.

"Hingga akhir September 2022, EXCL total memiliki lebih dari 145 ribu BTS 2G dan 4G, dengan jumlah BTS 4G meningkat signifikan mencapai 90.174 unit. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," papar Dian, Senin (7/11/2022).

Lebih lanjut, pada 9 bulan 2022 ini EXCL juga telah menuntaskan akuisisi Hypernet. Menurutnya langkah ini akan semakin memperkuat portofolio XL Axiata pada layanan korporasi (B2B). Melanjutkan akuisisi Linknet, XL Axiata bersama Linknet juga telah meluncurkan produk kolaborasi di kuartal ketiga ini.

Dia menjelaskan, untuk membiayai pembangunan jaringan dan mendorong pertumbuhan pendapatan, nilai capitalized capex selama periode sembilan bulan 2022 dijaga pada level yang sama dengan tahun sebelumnya di Rp6,32 triliun.

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas dan perluasan jaringan terus dilakukan EXCL di sepanjang sembilan bulan ini, melanjutkan program yang sama di tahun-tahun sebelumnya. EXCL menerapkan berbagai teknologi penunjang yang sesuai, antara lain teknologi Smart FDD 8T8R untuk meningkatkan throughput hingga 200 persen dibandingkan teknologi 4T4R, dan sekaligus menghemat biaya energi hingga 26 persen.

"Selain itu, XL Axiata juga melanjutkan penataan ulang teknologi (refarming) dengan mematikan jaringan 3G, dan kini telah mencapai 95 persen, dengan sisa BTS 3G yang masih beroperasi sebanyak 1.989 unit," kata Dian.
 
Dian melihat terdapat sejumlah peluang positif di industri telekomunikasi Indonesia di tahun 2022 yang bisa dimanfaatkan oleh EXCL untuk dapat meningkatkan performa ke depan.

Peluang-peluang tersebut yakni pertama, permintaan pada layanan fixed data, karena penetrasi untuk layanan ini masih cukup rendah, yang berarti tersedia potensi besar bagi operator telekomunikasi untuk meraih pertumbuhan tinggi baik di layanan consumer maupun segmen korporasi.  
 
Kedua, permintaan untuk layanan digital akan tetap kuat karena masyarakat merasa mendapatkan banyak kemudahan dengan gaya hidup hibrida, baik untuk bekerja, belajar, rekreasi, hingga belanja.

CAGR untuk konsumsi data pengguna layanan seluler diproyeksikan mencapai 16 persen hingga 2026. Ketiga, pelanggan menginginkan layanan yang simple sekaligus komplit.

"Ini merupakan peluang untuk produk konvergensi yang bisa memberikan pengalaman lengkap bagi pelanggan XL Axiata dengan ARPU yang lebih tinggi dan berkualitas," ucap Dian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper