Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pendapatan BSDE Tembus Rp7,14 Triliun, Ini Kontributor Utamanya

Grup Sinar Mas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menyebut proyek BSD City menjadi kontributor utama pendapatan BSDE.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 01 November 2022  |  13:48 WIB
Pendapatan BSDE Tembus Rp7,14 Triliun, Ini Kontributor Utamanya
Gedung perkantoran Knowledge Hub yang akan dibangun di kawasan Digital Hub BSD City, Tangerang Selatan - Dok. Sinar Mas Land
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Grup Sinar Mas, PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menyebut proyek BSD City menjadi kontributor utama pendapatan BSDE. Pada kuartal III/2022, BSDE membukukan pendapatan hingga Rp7,14 triliun.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya mengatakan BSD City sebagai flagship project Sinar Mas Land merupakan pemeran utama pada segmen residensial yang menjadi kontributor utama pendapatan perseroan. Selain itu, segmen penjualan tanah, bangunan, dan strata title tercatat sebagai kontributor terbesar secara konsolidasi.

Melalui segmen penjualan tanah, bangunan, dan strata title, BSDE memperoleh pendapatan sebesar Rp5,58 triliun atau setara 78,09 persen terhadap Pendapatan Usaha secara konsolidasi pada kuartal III/2022. Hermawan mengatakan BSDE yakin dapat melanjutkan kinerja positif hingga akhir tahun ini, meski dibayangi kenaikan suku bunga dan inflasi.

Secara rinci, penjualan BSDE meningkat 36,92 persen menjadi Rp5,58 triliun, sewa meningkat 27,2 persen menjadi Rp666,59 miliar, konstruksi meningkat 124 persen menjadi Rp599,33 miliar, hotel meningkat 120 persen menjadi Rp12,75 miliar, arena rekreasi meningkat 422 persen menjadi Rp15,67 miliar, pengelolaan gedung meningkat 25,52 persen menjadi Rp253,73 miliar, dan lain-lain meningkat 16,07 persen menjadi Rp17,35 miliar.

Selanjutnya, BSDE mencatatkan peningkatan beban pokok penjualan dari Rp1,85 triliun menjadi Rp2,65 triliun pada kuartal III/2022. Hal ini membuat laba kotor BSDE meningkat 35,44 persen menjadi Rp4,48 triliun dari Rp3,31 triliun.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, BSDE mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp918,3 miliar pada kuartal III/2022. Angka ini menurun 1,33 persen dari Rp930,77 miliar.

"BSDE yakin tren penjualan berada dalam tren positif hingga akhir tahun. Meski belum pulih seperti fase sebelum pandemi," ujar Hermawan dalam keterangan resmi dikutip pada Selasa (1/11/2022).

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, jumlah aset BSDE meningkat 4,29 persen dari Rp61,46 triliun di akhir tahun 2021 menjadi Rp64,1 triliun pada kuartal III/2022. Kemudian untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi peningkatan 38 persen dari Rp7,66 triliun menjadi Rp10,57 triliun.

Berkaca dari kondisi fundamental tersebut, Hermawan mengatakan manajemen yakin BSDE dapat terus melakukan penciptaan nilai baik dengan melanjutkan proyek maupun memperkenalkan proyek-proyek baru. Selain itu, BSD City sebagai flagship project juga tercatat memiliki cadangan tanah yang belum dikembangkan terbesar diantara proyek BSDE lainnya.

"Proyek kami BSD City sebagai flagship project dan The Element tercatat sebagai proyek dengan nilai tertinggi yakni Rp843,19 miliar, setara 29,31 persen dari total Persediaan Bangunan yang Sedang Dikonstruksi," ujar Hermawan.

BSD City tercatat memiliki cadangan lahan seluas 2.181 hektar dengan nilai mencapai Rp8,25 triliun. Kemudian untuk proyek proyek dengan cadangan landbank terbesar kedua berdasarkan nilai terletak di Benowo, Surabaya. Proyek ini memiliki nilai sebesar Rp1,42 triliun atau seluas 435 hektar. Kemudian Grand Wisata senilai Rp682,75 miliar atau seluas 485 hektar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bsde bumi serpong damai bsd city
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top