Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemilik BSD City (BSDE) Raup Cuan Hampir Rp1 Triliun, Cek Detilnya

PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) membukukan pendapatan Rp7,14 triliun pada kuartal III/2022. Adapun cuan yang dicatatkan BSDE mencapai Rp918,3 miliar.
Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) Hermawan Wijaya saat pemaparan publik virtual, Selasa (14/9/2021)/Dwi Nicken Tari.
Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) Hermawan Wijaya saat pemaparan publik virtual, Selasa (14/9/2021)/Dwi Nicken Tari.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) membukukan pendapatan sebesar Rp7,14 triliun pada kuartal III/2022. Adapun cuan yang dicatatkan BSDE mencapai Rp918,3 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, BSDE mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp7,14 triliun atau meningkat 38,28 persen dari periode yang sama atau year-on-year (yoy). Pada tahun 2021, BSDE membukukan pendapatan sebesar Rp5,16 triliun.

Pendapatan BSDE terdiri dari penjualan, sewa, konstruksi, hotel, arena rekreasi, pengelolaan gedung, dan lain-lain.

Secara rinci, penjualan BSDE meningkat 36,92 persen menjadi Rp5,58 triliun, sewa meningkat 27,2 persen menjadi Rp666,59 miliar, konstruksi meningkat 124 persen menjadi Rp599,33 miliar, hotel meningkat 120 persen menjadi Rp12,75 miliar, arena rekreasi meningkat 422 persen menjadi Rp15,67 miliar, pengelolaan gedung meningkat 25,52 persen menjadi Rp253,73 miliar, dan lain-lain meningkat 16,07 persen menjadi Rp17,35 miliar.

Selanjutnya, BSDE mencatatkan peningkatan beban pokok penjualan dari Rp1,85 triliun menjadi Rp2,65 triliun pada kuartal III/2022. Hal ini membuat laba kotor BSDE meningkat 35,44 persen menjadi Rp4,48 triliun dari Rp3,31 triliun.

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, BSDE mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp918,3 miliar pada kuartal III/2022. Angka ini menurun 1,33 persen dari Rp930,77 miliar.

Sementara itu, jumlah aset BSDE meningkat 4,29 persen dari Rp61,46 triliun di akhir tahun 2021 menjadi Rp64,1 triliun pada kuartal III/2022. Di sisi lain, jumlah liabilitas meningkat 7 persen dari Rp25,57 triliun pada 31 Desember 2021 menjadi Rp27,36 triliun pada 30 September 2022.

Kemudian untuk kas dan setara kas akhir periode terjadi peningkatan 38 persen dari Rp7,66 triliun menjadi Rp10,57 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper