Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penyebab Adaro (ADRO) Cetak Rekor Laba Bersih Rp33 Triliun pada Kuartal III/2022

Laba bersih ADRO meningkat mencapai US$2,16 miliar atau setara Rp33,8 triliun pada kuartal III/2022, meningkat 366 persen dibanding kuartal III/2021.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 01 November 2022  |  10:12 WIB
Penyebab Adaro (ADRO) Cetak Rekor Laba Bersih Rp33 Triliun pada Kuartal III/2022
Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir (kanan) bersama Presiden Komisaris Adaro Edwin Soeryadjaya (kedua kanan), Wakil Presiden Komisaris Adaro Theodore P. Rachmat (kiri) dan Komisaris Arini Saraswati Subianto, pada acara HUT Adaro ke-30, di Hotel Mulia (20/10 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) mencatatkan lonjakan pertumbuhan laba bersih dan pendapatan hingga kuartal III/2022. 

Pendapatan usaha bersih ADRO naik menjadi US$5,9 miliar atau setara Rp92,2 triliun (kurs Jisdor Rp15.596 per dolar AS) di sembilan bulan 2022. Pendapatan ADRO ini naik 130 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$2,56 miliar.

Adaro melaporkan laba inti yang naik 262 persen menjadi US$2,3 miliar, dari US$644 juta pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan laba inti ini dikarenakan harga yang tinggi dan keunggulan operasional yang berkelanjutan.

Meningkatnya pendapatan tersebut, membuat laba bersih ADRO meningkat mencapai US$2,16 miliar, atau setara Rp33,8 triliun. Laba bersih ini meningkat 366 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$465,2 juta.

Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Indonesia Garibaldi Thohir mengatakan pada sembilan bulan pertama tahun 2022, Adaro terus mengeksekusi strategi untuk meningkatkan produksi dan penjualan, karena ADRO mengejar peningkatan melebihi 10 persen secara tahunan untuk dua komponen ini.

"Pendapatan, EBITDA dan laba bersih mencapai rekor tertinggi untuk sembilan bulan pertama dari setiap tahun sejak perusahaan didirikan 30 tahun lalu," kata Garibaldi dalam keterangan resminya, Selasa (1/11/2022).

Dia melanjutkan, cuaca buruk, keterbatasan suplai dan peristiwa geopolitik menopang harga dekat level tertinggi historis yang terjadi pada kuartal II/2022, dan dengan demikian mendukung kenaikan ASP secara tahunan untuk Adaro.

Walaupun terjadi curah hujan yang tinggi dan tantangan pengadaan alat berat, ADRO berhasil meningkatkan produksi sebesar 14 persen menjadi 45,4 juta ton dari 39,6 juta ton secara tahunan pada sembilan bulan 2022.

Peningkatan produksi mendorong kenaikan penjualan batu bara dengan porsi yang sama menjadi 44,2 juta ton pada sembilan bulan 2022, dari 38,9 juta ton di periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, Adaro mencatat peningkatan pengupasan lapisan penutup di kuartal ini dan saat ini stabil secara tahunan pada 173,5 Mbcm pada 9 bulan 2022 dari 173,0 Mbcm dan nisbah kupas turun 12 persen secara tahunan menjadi 3,82x dari 4,36x.

Jika cuaca mendukung, nisbah kupas ini diperkirakan akan meningkat pada kuartal IV/2022, tetapi, nisbah kupas 2022 diperkirakan akan dicapai di bawah target yang ditetapkan sebesar 4,1x.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adaro energy garibaldi thohir laporan keuangan
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top