Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Laba Dharma Satya (DSNG) Melompat 114 Persen, Produksi CPO Sebabnya

PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan lonjakan laba sebesar 114 persen pada kuartal III/2022 seiring dengan pertumbuhan produksi CPO.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 Oktober 2022  |  09:00 WIB
Laba Dharma Satya (DSNG) Melompat 114 Persen, Produksi CPO Sebabnya
Hamparan perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) mencatatkan lonjakan laba sebesar 114 persen pada kuartal III/2022 seiring dengan pertumbuhan produksi CPO.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang diakses pada Rabu (26/10/2022), perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp893,11 miliar. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 114,75 persen dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp415,88 miliar.

Kenaikan laba tersebut dipicu oleh kenaikan harga rata-rata serta volume penjualan CPO dibandingkan kuartal ketiga tahun 2021. Selain itu, kinerja segmen usaha produk kayu yang baik selama sembilan bulan tahun 2022 juga mendongkrak pertumbuhan laba Perseroan di sepanjang tahun 2022 ini.

Pada sembilan bulan pertama 2022, DSNG membukukan penjualan sebesar Rp6,58 triliun, atau naik 30,29 persen dibandingkan catatan kuartal III/2021 sebesar Rp5,05 triliun. Segmen kelapa sawit memberikan kontribusi sebesar Rp5,4 triliun atau 82 persen dari total penjualan konsolidasian.

Nilai penjualan kelapa sawit pada kuartal III/2022 tumbuh 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO sebesar 28 persen menjadi Rp11 juta per ton dan pertumbuhan positif volume penjualan CPO sebesar 3 persen, setelah dalam periode enam bulan pertama turun sebesar 24 persen.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo mengatakan sejak semester kedua tahun ini, produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) perkebunan perusahaan, terutama yang berada di Kalimantan Timur berangsur normal karena telah melewati fase dampak 24 bulan pasca El-Nino. Wilayah tersebut merupakan area perkebunan terbesar yang dimiliki DSNG.

Ia menjelaskan produksi TBS Perseroan di kuartal III/2022 tumbuh 26 persen dibandingkan kuartal II, sehingga menjadikan total produksi TBS di sembilan bulan pertama tahun 2022 lebih tinggi 6% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Padahal hingga enam bulan pertama yang lalu, produksi TBS Perseroan masih 8 persen lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kami memperkirakan pola produksi TBS kami di tahun 2022 ini adalah 40:60, mirip proporsi di tahun 2018, ” ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Rabu (26/10/2022).

Naiknya produksi TBS, ditambah dengan membaiknya kinerja Oil Extraction Rate (OER) yang berada di atas 23 persen pada kuartal ketiga tahun ini, ikut mendorong kenaikan produksi CPO DSNG sebesar 5 persen menjadi 441.000 ton dibandingkan kuartal III tahun lalu sebesar 420.000 ton.

DSNG juga mencatat peningkatan kinerja untuk segmen usaha produk kayu sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Pendapatan dari segmen usaha produk kayu pada kuartal III/2022 mencapai Rp1,2 triliun, naik 24 persen dibandingkan kuartal III/2021.

Andrianto menjelaskan, pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan volume penjualan, baik produk panel dan engineered flooring serta naiknya harga jual kedua produk tersebut. Volume penjualan panel naik 10 persen menjadi 88 ribu m3, ditunjang oleh tingginya permintaan dari pasar Jepang.

Sementara, harga rata-rata produk panel DSNG pada kuartal III 2022 juga menguat 23 persen dibandingkan kuartal III 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dharma satya nusantara dsng harga cpo kelapa sawit
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top