Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Yen Fluktuatif Akibat Spekulasi Intervensi Bank Sentral Jepang

Nilai tukar yen sempat anjlok hingga 149,68 per dolar AS pada awal perdagangan lalu kemudian berbalik menguat ke 145,53.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 24 Oktober 2022  |  11:53 WIB
Yen Fluktuatif Akibat Spekulasi Intervensi Bank Sentral Jepang
Mata uang yen Jepang dan Dollar AS. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Mata uang yen Jepang fluktuatif pada perdagangan hari ini, Senin (24/10/2022), karena adanya dugaan intervensi dari Bank Sentral Jepang.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar yen sempat anjlok hingga 149,68 per dolar AS pada awal perdagangan lalu kemudian berbalik menguat ke 145,53.

Yen kemudian kembali ke zona merah dengan pelemahan 0,83 persen atau 1,23 poin ke 148,91 yen per dolar AS pada pukul 11.40 WIB.

Sebelumnya, Financial Times melaporkan BOJ kemungkinan menghabiskan lebih dari US$30 miliar pekan lalu untuk menopang nilai yen

Angka itu lebih tinggi dari kebijakan serupa yang dihabiskan pada bulan September sneilai US$20 miliar untuk menopang yen, saat BOJ juga mempertahankan kebijakan moneter super longgarnya.

Para ekonom memperkirakan bank sentral akan mempertahankan kebijakannya lagi pada pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir Jumat (28/10).

Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki mengatakan negaranya tengah berhadapan langsung dengan para spekulan dan akan mencegah pergerakan mata uang yang cenderung ekstrem.

Menkeu terus memantau pasar dengan cermat dan akan membuat tanggapan yang diperlukan sesuai kebutuhan.

Direktur eksekutif departemen valuta asing Credit Agricole CIB Yuji Saito mengatakan pelaku pasar tidak boleh lengah karena otoritas Jepang mengatakan mereka ingin menahan gerakan spekulatif.

"Pergerakan harga pagi ini bukan dari pelaku pasar valas sungguhan sehingga pihak berwenang dapat turun tangan lagi untuk melawan langkah tersebut." jelas Yuji.

Tahun ini yen merosot karena pelaku pasar fokus pada melebarnya perbedaan suku bunga antara Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Bank sentral AS Federal Reserve secara agresif menaikkan suku bunga acuan,s edangkan BOJ mempertahankan kebijakan longgar untuk meningkatkan ekonomi.

Anjloknya yen juga mendorong investor untuk mencari imbal hasil yang lebih menarik dalam aset dolar AS dibandingkan dengan yang ada di Jepang.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengeluarkan peringatan tentang pergerakan mata uang yang berlebihan. Bahkan saat ditanya terkait kondisi pemerintah telah melakukan intervensi di pasar dia tidak mau berkomentar banyak terkait hal tersebut. 

"Fokus beralih ke pertemuan BOJ tetapi para pelaku pasar diharapkan menahan diri, dan perdagangan akan tetap bergejolak untuk sementara waktu," kata analis valas Daiwa Securities Yukio Ishizuki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yen jepang bank of japan suku bunga acuan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top