Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Live

Harga Emas Hari Ini, Jumat 14 Oktober 2022, Pelemahan Dolar AS Jadi Katalis

Harga emas yang sempat turun dalam mencoba rebound setelah lonjakan data inflasi AS menekan dolar AS.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 14 Oktober 2022  |  15:09 WIB
Harga Emas Hari Ini, Jumat 14 Oktober 2022, Pelemahan Dolar AS Jadi Katalis
Harga emas yang sempat turun dalam mencoba rebound setelah lonjakan data inflasi AS menekan dolar AS. - Pexels.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (13/10/2022). Namun, pelemahan dolar AS menjadi salah satu katalis sehingga harga emas tidak turun lebih dalam.

Harga emas kemarin sempat terperosok menembus level psikologis US$1.650, tetapi menguat kembali mengembalikan sebagian besar kerugian awal karena dolar jatuh setelah data inflasi AS lebih kuat dari perkiraan, mengutip Antara.

Harga emas di Comex New York Exchange, turun tipis US$0,5 atau 0,03 persen menjadi ditutup ke US$1.677,00 per ounce, setelah jatuh hampir US$29 sebelumnya ke level terendah dua minggu di US$1.648,40.

Analis Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di tengah outlook melemahnya dolar AS di tengah pasar yang mencerna perilisan notula FOMC yang dipandang kurang hawkish.

“Karena meskipun para pembuat kebijakan sepakat bahwa mereka perlu untuk ke sikap kebijakan yang lebih ketat dan mempertahankan untuk beberapa waktu ke depan, namun ada beberapa anggota yang mengatakan penting untuk mengukur ulang laju pengetatan kebijakan lebih lanjut untuk mengendalikan risiko dampak negatif yang signifikan terhadap prospek ekonomi,” jelas Analis MIFX.

Dolar AS melemah setelah data inflasi terbaru dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan The Fed masih jauh tertinggal dalam perjuangannya melawan tekanan harga.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap euro, yen, pound, dolar Kanada, krona Swedia dan franc Swiss, jatuh untuk pertama kalinya dalam tujuh hari, setelah mencapai level tertinggi dua minggu di 113,835.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (13/10/2022) bahwa indeks harga konsumen (IHK) AS naik 0,4 persen pada September berdasarkan penyesuaian musiman setelah naik 0,1 persen pada Agustus. Harga konsumen secara keseluruhan naik 8,2 persen dalam 12 bulan terakhir, lebih tinggi dari prediksi ekonom sebesar 8,1 persen.

Data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan membantu meningkatkan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve dalam pertemuan November.

Bank sentral telah menaikkan suku bunga sebesar 300 basis poin sejak Maret untuk mengekang tekanan harga yang tidak terkendali dan kemungkinan akan menambah 125 basis poin lagi sebelum akhir tahun. Para ekonom memperkirakan kenaikan lebih lanjut pada tahun 2023, membuat pembicaraan tentang "puncak inflasi" tidak relevan untuk saat ini.

"Para pembuat kebijakan telah menjelaskan bahwa dibutuhkan lebih dari satu angka untuk mempengaruhi mereka, tetapi investor tidak pernah menunggu selama itu," kata analis OANDA Craig Erlam, mempertanyakan reli risk-on prematur di pasar yang mengharapkan penurunan suku bunga Fed.

Emas juga menemukan beberapa dukungan karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (13/10/2022) bahwa klaim pengangguran awal AS naik 9.000 menjadi 228.000 dalam pekan yang berakhir 8 Oktober. Perkiraan median para ekonom menyebutkan 225.000 permohonan baru. Rata-rata pergerakan empat minggu meningkat menjadi 211.500.

Simak pergerakan harga emas hari ini secara live.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex dolar as emas inflasi as
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top