Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Gandeng Jepang, Surya Esa Perkasa (ESSA) Lanjutkan Proyek Blue Ammonia

ESSA menggandeng Japan Oil, Gas, and Metal National Corporation (JOGMEC) dan Mitsubishi Corporation (MC) untuk ekspansi ke energi bersih blue ammonia.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 11 Oktober 2022  |  07:42 WIB
Gandeng Jepang, Surya Esa Perkasa (ESSA) Lanjutkan Proyek Blue Ammonia
Emiten produsen amonia dan LPG, PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA), mengumumkan identitas logo barunya.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten minyak dan gas PT Surya Esa Perkasa Tbk. (ESSA), menjajaki berbagai peluang hilir terkait gas, termasuk menggandeng perusahaan asal Jepang untuk pengembangan blue ammonia sebagai bahan bakar yang lebih bersih.

ESSA tercatat memiliki ruang untuk ekspansi dengan posisis kas yang sehat. Sepanjang Januari-September 2022, ESSA  memanfaatkan kas yang lebih tinggi yang dihasilkan untuk menurunkan utang sebesar 32 persen menjadi US$332 juta pada akhir September 2022, dibandingkan dengan US$487 juta pada akhir Desember 2021.

Langkah tersebut telah menghasilkan neraca perseroan yang lebih kuat dengan rasio debt-to-equity saat ini di 0,7 kali.

ESSA, melalui anak perusahaannya PT Panca Amara Utama (PAU), telah melanjutkan studi kelayakan proyek Blue Ammonia sesuai dengan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Japan Oil, Gas, and Metal National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Maret 2021.

PAU selanjutnya telah menandatangani MoU dengan JGC Corporation pada Agustus 2022 untuk mengukur emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di pabrik Amoniak miliknya.

Kolaborasi PAU dengan JGC diharapkan dapat berkontribusi pada penyempurnaan pedoman produksi Amoniak bersih, selangkah lebih dekat lagi dengan Blue Ammonia untuk dunia yang lebih baik dan lebih bersih.

“Studi kelayakan dan pengukuran GRK diharapkan selesai pada pertengahan tahun 2023,” ungkap Vinod dalam keterangan pers, Senin (10/10/2022).

Sebagai informasi, pada sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2022 dengan pendapatan mencapai rekor US$557 juta atau naik 132 persen yoy dan

Kenaikan pendapatan tersebut membawa laba bersih perseroan melesat 1.183 persen dari hanya US$8 juta pada tiga kuartal 2021 menjadi US$105 juta tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surya esa perkasa amoniak Energi Bersih Terbarukan Kinerja Emiten
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top