Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Usai Melonjak, Harga Minyak Dunia Hadapi Ujian Berat Pekan Ini

Timbul ketidakpastian yang meliputi pasar minyak saat ini yang mendorong lonjakan harga minyak seiring pemotongan pasokan minyak OPEC+.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 10 Oktober 2022  |  10:36 WIB
Usai Melonjak, Harga Minyak Dunia Hadapi Ujian Berat Pekan Ini
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga komoditas termasuk minyak mentah menghadapi sejumlah sentimen negatif pada pekan ini usai mengalami lonjakan harga pada pekan lalu. 

Mengutip Bloomberg, Senin (10/10/2022), harga komoditas telah meningkat lebih dari 5 persen pada akhir pekan lalu setelah OPEC+ setuju untuk memangkas pasokan minyak.

Kendati demikian, adanya kekhawatiran suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) akan kembali naik serta pertemuan tahunan IMF dapat menggoyang harga komoditas.

Dari sisi energi, International Energy Agency and Organization of Petroleum Exporting Countries menilai sentimen berdatangan dari investor yang tengah mengukur prospek permintaan, krisis energi di kawasan Eropa, serta dampak sanksi terhadap arus suplai Rusia.

Bloomberg menyebut adanya ketidakpastian yang meliputi pasar minyak saat ini yang mendorong lonjakan harga minyak seiring pemotongan pasokan minyak OPEC+.

“Kekhawatiran terbesar di sisi permintaan yaitu prospek pertumbuhan global, karena The Fed yang memperketat kebijakan sehingga turut menekan konsumsi energi,” tulis Bloomberg, Senin (10/10/2022).

Goldman Sachs Group Inc dan Morgan Stanley kompak memberi pandangan bullish hingga akhir tahun terhadap harga minyak yang dapat mencapai level harga US$100 per barel.

Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak mentah Brent di kuartal ini menjadi US$110 per barel, sedangkan Morgan Stanley meningkatkan target harga harga minyak untuk kuartal I/2023 dari US$95 per barel menjadi US$100 per barel.

Sementara itu di sisi penawaran, pasar akan mencari patokan seberapa besar pukulan dari suplai Rusia yang terputus akibat sanksi Uni Eropa yang mulai diberlakukan pada Desember 2022.

Lebih lanjut, pasar pembangkit listrik tenaga komoditas China yang sudah mulai dibuka hari ini setelah libur seminggu menyusul acara kongres Partai Komunis dapat menjadi sentimen tersendiri.

Pada Selasa, (11/10/2022) IMF dikabarkan akan menerbitkan World Economic Outlook yang membahas sejumlah hal penting, salah satunya stimulus pasar. Hal ini diproyeksikan akan mempengaruhi harga komoditas dalam waktu dekat.

Harga minyak mentah WTI Crude pada perdagangan hari ini, Senin (10/10/2022) terpantau turun 0,76 persen menjadi US$91,94 per barel, sedangkan harga minyak mentah Brent Crude juga turun 0,75 persen ke posisi US$97,19 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga komoditas harga minyak mentah wti harga minyak brent
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top