Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ramai Aksi BUMI, Ini Perbedaan Private Placement dengan Rights Issue

Private placement dan rights issue memiliki satu tujuan yang sama meski investor yang menjadi target berbeda.
Maria Artha
Maria Artha - Bisnis.com 08 Oktober 2022  |  05:54 WIB
Ramai Aksi BUMI, Ini Perbedaan Private Placement dengan Rights Issue
Private placement dan rights issue memiliki satu tujuan yang sama meski investor yang menjadi target berbeda. Bisnis - Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, Jakarta – Private Placement kembali menjadi topik hangat di kalangan investor setelah Grup Salim atau Anthony Salim dikabarkan akan menjadi pemegang saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) melalui skema private placement pada 18 Oktober mendatang.

Lalu, apa itu private placement?

Private placement adalah Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau disingkat PMTHMETD. Skema pembelian saham ini diperuntukan bagi para investor baru yang belum memiliki saham di emiten yang melakukan private placement. Transaksi yang dilakukan pun tidak melalu pasar bursa.

Private placement biasanya dilakukan ketika ada investor tertentu yang ingin menjadi pemegang saham pengendali. Skema ini mensyaratkan kapitalisasi minimal 5 persen dari modal disetor dan ditempatkan melalui penerbitan saham baru.

Hal ini berbeda dengan skema rights issue. Jika private placement ditujukan untuk investor baru, maka rights issue diperuntukkan bagi para investor yang sebelumnya sudah memiliki saham di emiten itu.

Rights Issue adalah Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) merupakan upaya perusahaan memerlukan sejumlah modal segar dengan membuka peluang kepada investor lama untuk menyerap saham baru.

Setelah menawarkan ke investor lama, maka selanjutnya emiten akan menawarkannya kepada investor baru. Apabila investor lama tidak membeli saham baru yang diberikan lewat right issue, maka porsi persentase saham investor lama akan berkurang atau terdilusi.

Meski terdapat perbedaan, kedua skema ini sama-sama bertujuan untuk mendapatkan tambahan modal guna menjaga stabilitas dan prospek usaha emiten.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (7/10/2022), Grup Salim atau Anthony Salim masuk melalui dua perusahaan cangkang yakni Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

MEL mengambil 85 persen dari saham yang dilepas BUMI, sementara TGIL mengambil 15 persen sisanya.

Secara rinci, MEL memiliki komposisi pemegang saham yang terdiri atas PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham 42,5 persen di bawah kendali grup Bakrie. Selanjutnya, terdapat Colver Wide Limited dengan kepemilikan saham 15 persen dan dikendalikan oleh Agoes Projosasmito.

Terakhir, MEL juga dimiliki sahamnya oleh Mach Energy Pte.Ltd yang berbasis di Singapura yang memegang sahamnya sebanya 42,5 persen yang berada di bawah kendalai Anthoni Salim atau berada di bawah kendali grup Salim.

Bakrie dan Salim memegang jumlah kepemilikan yang sama sehingga keputusan apapun dari perusahaan tersebut berasal dari persetujuan keduanya.

Kemudian, perusahaan cangkang kedua TGIL yang juga berbasis di Hong Kong memiliki dua pemegang saham yakni PT Aswana Pinasthika Investasi dengan kepemilikan 16,15 persen di bawah kendali Agoes Projosasmito.

TGIL juga dimiliki secara mayoritas sebanyak 83,85 persen oleh Mach Energy Pte Ltd. atau perusahaan yang sama sebagai pemegang saham MEL dari grup Salim.

Adapun, private placement BUMI akan melalui tahapan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober 2022 yang dilanjutkan dengan pengumuman hasil RUPSLB dan pengumpulan hasil RUPSLB ke OJK pada hari yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

private placement rights issue pmthmetd bumi resources bumi
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top