Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank BTN (BBTN) Gelar Rights Issue, Begini Potensinya Menurut Analis

Rights issue Bank BTN (BBTN) dinilai menarik seiring pelaksanaan Program Perumahan Nasional. 
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 05 Oktober 2022  |  14:15 WIB
Bank BTN (BBTN) Gelar Rights Issue, Begini Potensinya Menurut Analis
Pekerja sedang menggarap proyek perumahan yang dibiayai oleh BTN. - Bisnis/Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten bank pelat merah, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue di pengujung 2022.

Equity Analyst Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna  Pradana mengatakan perbaikan kinerja fundamental BBTN terutama di segmen cost of fund menjadi kabar baik bagi investor yang menantikan rights issue.

“Rights issue BBTN menarik, karena bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perseroan dalam menyalurkan kredit perumahan guna mendukung Program Perumahan Nasional. Kami proyeksikan harga wajar BBTN saat ini berkisar pada level Rp2.200,” kata Raditya dalam keterangan resmi, Rabu (5/10/2022).

BBTN dinilai berada dalam jalur yang tepat dengan memfokuskan bisnis pada pengembangan dana pihak ketiga (DPK) terutama produk dana murah.

Menurut Raditya, bila likuiditas cukup ample dan cost of fund rendah maka laba BTN bisa tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Sejalan dengan dana yang lebih rendah, BBTN diproyeksikan semakin kompetitif dalam penyediaan KPR untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal ini akan menjadi katalis positif dan bisa menjadi pertimbangan untuk melakukan akumulasi, seiring book value yang masih sangat menarik. “Setelah mengakumulasi saham induk, selanjutnya investor ritel perlu mengkalkulasi nilai teoretisnya terlebih dahulu agar dapat mengetahui undervalued atau overvalued,” tutup Raditya.

Sebagai informasi, BBTN akan menggelar rights issue dengan jumlah maksimal 4,6 miliar saham dan menargetkan dana segar senilai Rp4,13 triliun.

Hasil rights issue ini akan akan meningkatkan kemampuan BTN dalam rangka mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Pemerintah Sejuta Rumah, serta tujuan lainnya yang akan mendongkrak kinerja BBTN.

Sebelumnya, BTN gencar memasarkan Tabungan BTN Bisnis dengan menggelar roadshow ke sejumlah kota besar. Produk ini diperuntukan bagi para pebisnis khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Distribution & Funding Bank BTN, Jasmin mengatakan rini upaya Bank BTN mengenalkan Tabungan BTN Bisnis ke sentra bisnis di berbagai daerah dengan menyasar pelaku usaha, dari berbagai segmen dan sektor usaha, baik yang berada di industri hulu maupun hilir khususnya UMKM. “Dengan road show Tabungan BTN Bisnis ini diharapkan respon UMKM di Ibu Kota Jawa Timur ini akan lebih meningkat, kemudian ada gerai-gerai UMKM yang kita fasilitasi," katanya.

Sebelumnya Bank BTN, juga telah melakukan road show Tabungan BTN Bisnis di berbagai daerah seperti Tanah Abang-Jakarta, Singkawang, Semarang dan Medan serta akan menyusul daerah berikutnya antara lain Kota Bandung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn BUMN rights issue umkm
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top