Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Baru IPO Tahun Ini, Laba Bersih SICO Melesat 114,42 persen

Emiten yang baru IPO PT. Sigma Energy Compressindo Tbk. (SICO) mencetak pertumbuhan laba bersih 114,42 persen year-on-year (yoy).
Ilustrasi kegiatan operasional PT Sigma Energy Compressindo Tbk. (SICO).
Ilustrasi kegiatan operasional PT Sigma Energy Compressindo Tbk. (SICO).

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten yang baru IPO PT. Sigma Energy Compressindo Tbk. (SICO) mencetak pertumbuhan laba bersih 114,42 persen year-on-year (yoy).

Dalam laporan keuangan yang baru terbit akhir September lalu, SICO membukukan laba bersih Rp4,3 miliar naik dari posisi tahun lalu Rp2 miliar per Juni 2022. Adapun jumlah itu, telah mencapai hampir 70 persen dari laba bersih 2021 yang tercatat sebesar Rp6,4 miliar.

Presiden Direktur Sigma Energy Compressindo Benny Nurdin menyatakan optimismenya bahwa kinerja SICO pada 2022 akan melampaui target.  Menurutnya inovasi dan metode kerja yang lebih efektif akan mampu menghasilkan kinerja yang maksimal.

“Perseroan memiliki prospek usaha jangka panjang yang menjanjikan dan mampu memberikan imbal jasa yang bail bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya dalam keterangan resmi Senin (3/10/2022).

Benny menambahkan peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh berbagai progam dan strategi dalam melakukan efisiensi biaya dan pemasaran yang efektif. Misalnya pulihnya ekonomi nasional yang turut meningkatkan permintaan akan jasa SICO.

Adapun, kontribusi terbesar pendapatan Perseroan berasal dari penyewaan kompresor GasJack kepada industry minyak dan gas, yaitu sebesar 68 persen, dan diikuti pendapatan dari penjualan bahan bakar sebesar 30 persen dan jasa lainnya sebesar 2 persen.

Sebelumnya, Sigma Energy merupakan perusahaan tercatat ke-14 yang tercatat di BEI pada tahun ini. Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa penyewaan alat-alat untuk monetisasi minyak dan gas suar bakar dengan menggunakan teknologi kompresi untuk penurunan emisi Gas Rumah Kaca.

Diperdagangkan dengan kode SICO, perusahaan melepas 270 juta saham atau setara dengan 29,67 persen dari modal disetor dan ditempatkan dengan harga Rp 230 per saham.

Direktur Utama SICO Benny mengatakan langkah perusahaan masuk BEI melalui IPO adalah bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola yang lebih baik.

 “Kinerja perusahaan sampai September 2021 mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif, kami optimistis dengan prospek bisnis monetisasi minyak dan gas suar bakar yang dijalankan perseroan saat ini,” katanya dalam keterangan resmi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper