Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Sanurhasta Mitra (MINA), Perusahaan yang Dibeli Suami Puan

Sanurhasta Mitra (MINA) yang diborong oleh Hapsoro (Happy) Sukmonohadi masih mencatatkan rugi bersih dengan nilai aset Rp104,5 miliar.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 30 September 2022  |  13:51 WIB
Kinerja Sanurhasta Mitra (MINA), Perusahaan yang Dibeli Suami Puan
Direktur PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat (ketiga kanan), berbincang dengan Direktur PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ )Patris Jasur (dari kiri), Preskom Ali Sutera, Dirut Freddy Setiawan, Direktur Independen PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) Airvin Widyatama Hardani dan Direktur Gunawan Angkawibawa seusai pencatatan saham perdana di Jakarta, Jumat (28/4). - JIBI/Dedi Gunawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hapsoro (Happy) Sukmonohadi yang merupakan suami Puan Maharani, melalui Basis Investments menggelontorkan dana sebanyak Rp75 miliar demi mencaplok 45,71 persen saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA). Lantas bagaimana kinerja keuangan MINA?

MINA mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,58 miliar pada semester I/2022. Adapun MINA mencatatkan rugi bersih hingga Rp3,03 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2022, MINA mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp2,58 miliar atau meningkat 53,74 persen dari periode yang sama atau year-on-year (yoy). Pada tahun 2021, MINA membukukan pendapatan sebesar Rp1,68 miliar.

Pendapatan MINA terdiri dari jasa pondok wisata dan juga penjualan makanan serta minuman.

Secara rinci, jasa pondok wisata untuk kamar MINA meningkat 64,02 persen menjadi Rp2,14 miliar. Sementara jada pondok wisata kategori lain-lain tercatat meningkat 57,36 persen menjadi Rp27,15 juta.

Kemudian untuk penjualan makanan dan minuman MINA mencatatkan peningkatan 16,11 persen menjadi Rp416,29 juta.

Selanjutnya, MINA mencatatkan peningkatan beban pokok penjualan dari Rp655,47 juta menjadi Rp826,01 juta pada semester I/2022. Hal ini membuat laba kotor MINA meningkat 71,43 persen menjadi Rp1,76 miliar dari Rp1,02 miliar.

Setelah dikurangi berbagai beban yang berhasil diefisienkan, MINA mencatatkan rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk turun 1,26 persen dari Rp2,37 miliar menjadi Rp2,34 miliar pada paruh pertama 2022.

Sementara itu, jumlah aset MINA turun 3,2 persen dari Rp111,39 miliar di akhir tahun 2021 menjadi Rp107,82 miliar pada pertengahan tahun ini. Di sisi lain, jumlah liabilitas turun 7,73 persen dari Rp6,89 miliar pada 31 Desember 2021 menjadi Rp6,35 miliar pada 30 Juni 2022.

Adapun MINA mencatatkan ekuitas Rp101,47 miliar per semester I/2022, cenderung stabil dari Rp104,5 miliar pada akhir 2021.

Kemudian untuk kas dan bank akhir tahun terjadi penurunan 72,46 persen dari Rp1,15 miliar pada akhir tahun lalu menjadi Rp317,44 juta pada pertengahan tahun ini.

Hapsoro (Happy) Sukmonohadi melalui PT Basis Utama Prima (Basis Investments) membeli sejumlah 3 miliar saham dengan nilai Rp25 per saham. Artinya, Basis Investments menggelontorkan dana hingga Rp75 miliar demi mencaplok 45,71 persen saham MINA. Harga tersebut di bawah harga saham MINA saat ini yang mentok di batas terendah Rp50 alias gocap.

Analis Henan Putihrai Jono Syafei mengatakan jika dilihat dari nilai akuisisi terhadap nilai aset MINA pada semester I/2022, maka dapat dikatakan Happy mendapat harga diskon kala mencaplok saham MINA. Meski demikian, Jono mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait aksi dari suami Puan tersebut.

“Untuk MINA kita belum bisa komentar banyak, tapi kalau melihat nilai akuisisi terhadap nilai aset MINA maka bisa dibilang akuisisi tersebut diperoleh dengan harga diskon,” ujar Jono kepada Bisnis, pada Jumat (30/9/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sanurhasta Mitra (MINA) saham happy hapsoro puan maharani
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top