Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Erajaya (ERAA) Gandeng Perusahaan Singapura Blackhawk Network

PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) dan Blackhawk membentuk suatu perusahaan patungan untuk pemasaran sejumlah produk gift card.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 22 September 2022  |  18:21 WIB
Erajaya (ERAA) Gandeng Perusahaan Singapura Blackhawk Network
Karyawan beraktivitas di salah satu gerai Erafone milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) melalui anak usahanya membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan yang berbasis di Singapura.

Head of Legal & Corporate Secretary Erajaya Swasembada Amellia Allen melalui keterbukaan informasi menyebutkan perusahaan patungan tersebut didirikan oleh PT Prakarsa Prima Sentosa dan Blackhawk Network Pte Ltd. Prakarsa Prima Sentosa merupakan merupakan anak usaha terkendali dengan kepemilikan secara tidak langsung melalui PT Erafone Artha Retailindo dengan persentase kepemilikan 80 persen oleh ERAA.

“Tujuan transaksi untuk membentuk suatu perusahaan patungan yang bergerak melakukan pemasaran sejumlah produk, baik gift card, seperti e-gift card, prepaid card, unique gift card, dan digital commerce,” kata Amelia dikutip Kamis (22/9/2022).

Dengan pendirian perusahaan patungan ini, ERAA meyakini dapat melebarkan sayap dengan bertambahnya lini bisnis yang dimiliki. Kerja sama ini juga menggandeng merek-merek kenamaan seperti Google Play, Spotify, iFlix, PlayStation, Mobile Legends, Riot Games, Netflix, Grab dan lain-lain.

Direktur ERAA yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur Prakasa Prima Sentosa, Hasan Aula, mengatakan kebutuhan akan gift card, e-gift card dan prepaid card terus meningkat seiring dengan meningkatnya popularitas layanan streaming, peminatan akan konten dan aplikasi lainnya dan perbaikan kualitas network dan internet.

“Ini terlihat pula di hasil riset yang meramalkan bahwa pasar gift card di Indonesia akan mencapai nilai US$2,42 miliar di tahun 2026. Kami bangga dapat bekerja sama dengan BHN untuk menggarap pasar ini, yang sekaligus dapat menggiatkan lebih dari 30.000 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Hasan.

Kerja sama ini ini akan memberdayakan lebih dari 30.000 dealer UMKM di berbagai tempat di Indonesia untuk mendapatkan nilai tambah bagi usahanya. Di samping itu, produk dari usaha patungan ini juga akan tersedia secara offline di jaringan ritel modern seperti Erafone, Indomaret, Alfamart dan Alfamidi.

Sementara secara daring, produk bisa diperoleh di sejumlah platform dagang-el seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Blibli, Lazada, Klik Indomaret, eraspace.com, JD.ID, Ultra Voucher, dan Gudang Voucher.

Judy Li, Regional VP, Business Development Blackhawk Network mengatakan gift card telah makin populer di Indonesia karena konsumen melihatnya sebagai ‘pintu’ ke ekonomi digital yang luas.

“Blackhawk bangga telah mengembangkan bisnis gift card di Indonesia, dengan rangkaian opsi yang dapat memenuhi permintaan semua konsumen. Selama ini Erajaya adalah bagian penting dari pengembangan bisnis dan sukses kami di sini, dan kami sangat senang mengumumkan joint venture dengan mereka untuk mengembangkan kapabilitas kami lebih jauh,” kata Judy Li.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erajaya swasembada eraa Kinerja Emiten ritel emiten ritel
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top