Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham BAUT Mendadak Bangkit Dari Level Gocapan, Apa Sebabnya?

Saham Mitra Angkasa (BAUT) termasuk saham gocap yang tiba-tiba naik dalam sekejap, apa penyebabnya?
Direksi dan Komisaris PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT) dalam seremoni virtual pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) perseroan, Jumat (28/1/2022)./Istimewa
Direksi dan Komisaris PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT) dalam seremoni virtual pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO) perseroan, Jumat (28/1/2022)./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten produsen mur dan baut, PT Mitra Angkasa Sejahtera Tbk. (BAUT) sempat mengalami rebound setelah ‘tertidur’ di posisi Rp50 per saham sejak Mei 2022.

Direktur Utama Mitra Angkasa Sejahtera, Simon Hendiawan mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu yang menyebabkan volatilitas transaksi saham BAUT.

“Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu sesuai yang diatur dalam POJK No.11/POJK.04/2014 tentang Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka,” jelas Simon dalam keterangan resmi, Selasa (30/8/2022).

Lebih lanjut, BAUT juga menyampaikan tidak memiliki rencana melakukan tindakan atau aksi korporasi dalam waktu dekat. Sebagai informasi, saham BAUT yang termasuk saham gocapan ini sempat mencapai posisi tertinggi Rp58 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (26/8/2022).

Kenaikan saham BAUT sebesar 14 persen tersebut hanya berlangsung sehari saja. Pada perdagangan bursa berikutnya, BAUT terus turun hingga akhirnya ditutup di level Rp51 per saham pada Selasa, (30/8/2022).

Terpisah, Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, Raditya Krisna Pradana mengatakan, perubahan saham gocapan bisa diakibatkan adanya peningkatan permintaan pasar.

“Salah satu alasannya, ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini membuat big money mengincar saham-saham gocap untuk rotasi,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (29/8/2022).

Dia menyarankan kepada investor untuk selalu memperhatikan money management, karena saham gocapan tergolong high risk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper