Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grup Telkom (TLKM): Telkomsel Beri Penjelasan soal Merger dengan Indihome

Telkomsel terus berupaya relevan di tengah prospek bisnis sektor telekomunikasi yang makin berkembang dan dinamis.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  17:43 WIB
Grup Telkom (TLKM): Telkomsel Beri Penjelasan soal Merger dengan Indihome
Karyawan melayani pelanggan di GraPARI Telkomsel Central Park Mall, Jakarta, Senin (20/12/2021). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel, secara intensif berkoordinasi dengan Indihome dan Telkom Group menyusul rencana penggabungan bisnis internet pita lebar (broadband) dan nirkabel yang dikelola BUMN tersebut.

“Pada prinsipnya Telkomsel memastikan seluruh proses operasional dan pengambilan kebijakan perusahaan telah mengedepankan prinsip good corporate governance (CGC) serta business judgement rules sesuai aturan yang berlaku," kata Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono kepada Bisnis, Jumat (19/8/2022).

Saki mengemukakan Telkomsel terus berupaya relevan di tengah prospek bisnis sektor telekomunikasi yang makin berkembang dan dinamis. Dalam menjalankan peta jalan transformasi perusahaan, Telkomsel akan mempertimbangkan berbagai potensi yang menjanjikan.

“Kami tentunya telah mempertimbangkan berbagai potensi yang menjanjikan untuk pengembangan portofolio perusahaan melalui setiap rencana strategi bisnis yang akan dijalankan, termasuk salah satunya untuk implementasi Fixed Mobile Covergence,” tambahnya.

Rencana penggabungan bisnis broadband dan nirkabel diungkapkan Direktur Utama Telkom Ririek Ardiansyah sebagai langkah perombakan perseroan. Hal tersebut disampaikan Ririek dalam Telkom Group Investor Day di Nusa Dua, Bali, Jumat (19/8/2022), saat ditanya oleh analis mengenai rencana aksi korporasi itu. “Saat ini dalam tahap ke sana,” ujarnya.

Ririek mengatakan terdapat dua hal utama yang diperhatikan TLKM dalam menjalankan aksi korporasi itu. Pertama, Telkom memiliki fundamental bagus sebagai pembayar pajak terbesar dan berkontribusi sebagai salah satu pembayar dividen terbesar kepada negara. Oleh sebab itu, penggabungan usaha ini dia sebut akan menghasilkan nilai modal berganda dalam meningkatkan skala bisnis BUMN telekomunikasi itu.

Kedua, sambungnya, merger akan mendorong nilai kapitalisasi di pasar modal secara valuasi. Namun, dia memastikan penggabungan usaha tersebut tidak hanya akan ditempuh dengan melepas aset Indihome ke Telkomsel. Seperti diketahui 35 persen saham Telkomsel dimiliki oleh Singtel Singapura, sedangkan 65 persen digenggam Telkom.

“Ketika kami memindahkan, dari Indihome ke Telkomsel itu tentunya tujuan utama tidak hilangkan, kami tidak jual Indihome pada Singtel,” terangnya.

Dia mengatakan model penggabungan usaha dapat berupa penjualan aset bisnis kepada Telkomsel. Skema ini pernah diterapkan oleh Telkomsel ketika melepas sekitar 6.000 tower kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) alias Mitratel dengan nilai transaksi mencapai Rp10,28 triliun.

Apabila merger dilakukan dengan skema penjualan aset Indihome, menurut Ririek, dana dari hasil penjualan itu akan diinvestasikan.

Balance [pengalihan aset] bisa bentuk cash [tunai], kami investasikan tempat lain, saya ingin [Telkom] tumbuh di atas GDP." jelasnya. 

Seperti diketahui, Telkomsel adalah pemimpin pasar bisnis nirkabel atau seluler dengan jumlah pelanggan mencapai 176 juta pada 2021. Adapun layanan fixed broadband Telkom memiliki 8,6 juta pelanggan melalui merek IndiHome dan menguasai pangsa pasar sekitar 80 persen.

Perombakan bisnis telekomunikasi pelat merah ini sejatinya sempat disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir pada November 2021. Sebagaimana diwartakan Bisnis, Erick mengatakan ke depan Telkom dan Telkomsel akan bermain di segmen yang berbeda.

Keduanya, kata Erick kala itu, akan mengubah model bisnis. Telkom fokus pada pasar business to business (B2B) atau segmen korporasi, sedangkan Telkomsel fokus pada business to consumer (B2C) atau pasar konsumen.

“Telkom fokus ke tower, infrastruktur serat optik, data center, cloud, dan 5G. Lalu Telkomsel fokus ke B2C,” kata Erick dalam acara Orasi Ilmiah Strategi BUMN Pascapandemi, Sabtu (29/11/2021).

Erick menambahkan perubahan model bisnis di telekomunikasi BUMN itu akan seperti di perbankan. Bank BRI fokus pada UMKM, sedangkan Bank Mandiri fokus pada korporasi besar.

Perubahan model bisnis juga dilakukan untuk membawa Telkom keluar dari sunset industri telekomunikasi yaitu layanan SMS dan panggilan suara, yang terdisrupsi oleh digital.

Erick mengatakan Telkomsel akan menjadi enabler dan agregator untuk konten lokal, gim lokal, dan kreator lokal yang bergerak di berbagai bidang seperti edutech, healthtech dan lain sebagainya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom telkomsel BUMN mitratel
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top