Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Telkom (TLKM) Mau Indihome dan Telkomsel Merger, Begini Prospeknya

Saham TLKM mendapat rekomendasi beli (buy) dengan target harga Rp5.500.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 19 Agustus 2022  |  14:11 WIB
Telkom (TLKM) Mau Indihome dan Telkomsel Merger, Begini Prospeknya
Pendar cahaya dari lampu gedung Telkom Landmark Tower, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. - tlt.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) untuk menggabungkan bisnis internet pita lebarnya (broadband) Indihome dengan bisnis mobile internet anak usahanya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dinilai bisa berdampak positif bagi kinerja Telkom.

Langkah tersebut bisa mempercepat transformasi ke Fixed Mobile Convergence (FMC) perusahaan telekomunikasi pelat merah itu.

“Ini bisa berdampak positif karena mempercepat transformasi menjadi FMC sebagaimana sudah banyak dipraktikkan di negara lain," kata analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan, Jumat (19/8/2022).

Jika merger bisa terealisasi, Steven mengatakan Telkom akan menjadi pemain bisnis sektor telekomunikasi pertama yang mampu melakukan konvergensi secara komprehensif. Dia mencatat hal serupa juga dilakukan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) melalui XL Satu-nya, tetapi menurutnya belum menyeluruh.

Steven merekomendasikan buy untuk saham TLKM dengan target harga Rp5.500 yang setara dengan rasio enterprise value to EBITDA (EV/EBITDA) sebesar 6-7 kali.

“Skemanya nanti belum tentu merger, bisa saja seperti EXCL dengan XL Satu-nya,” kata Steven menambahkan.

Rencana penggabungan bisnis broadband dan nirkabel diungkapkan Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah sebagai langkah perombakan perseroan. Hal tersebut disampaikan Ririek dalam Telkom Group Investor Day di Nusa Dua, Bali, Jumat (19/8/2022), saat ditanya oleh analis mengenai rencana aksi korporasi itu. “Saat ini dalam tahap ke sana,” ujarnya.

Ririek mengatakan terdapat dua hal utama yang diperhatikan TLKM dalam menjalankan aksi korporasi itu. Pertama, Telkom memiliki fundamental bagus sebagai pembayar pajak terbesar dan berkontribusi sebagai salah satu pembayar dividen terbesar kepada negara. Oleh sebab itu, penggabungan usaha ini dia sebut akan menghasilkan nilai modal berganda dalam meningkatkan skala bisnis BUMN telekomunikasi itu.

Kedua, sambungnya, merger akan mendorong nilai kapitalisasi di pasar modal secara valuasi. Namun, dia memastikan penggabungan usaha tersebut tidak hanya akan ditempuh dengan melepas aset Indihome ke Telkomsel. Seperti diketahui 35 persen saham Telkomsel dimiliki oleh Singtel Singapura, sedangkan 65 persen digenggam Telkom.

"Ketika kami memindahkan, dari Indihome ke Telkomsel itu tentunya tujuan utama tidak hilangkan, kami tidak jual Indihome pada Singtel,” terangnya.

Dia mengatakan model penggabungan usaha dapat berupa penjualan aset bisnis kepada Telkomsel. Skema ini pernah diterapkan oleh Telkomsel ketika melepas sekitar 6.000 tower kepada PT Dayamitra Telekomunika Tbk. (MTEL) alias Mitratel dengan nilai transaksi mencapai Rp10,28 triliun.

Apabila merger dilakukan dengan skema penjualan aset Indihome, menurut Ririek, dana dari hasil penjualan itu akan diinvestasikan.

Balance [pengalihan aset] bisa bentuk cash [tunai], kami investasikan tempat lain, saya ingin [Telkom] tumbuh di atas GDP.”

Seperti diketahui, Telkomsel adalah pemimpin pasar bisnis nirkabel atau seluler dengan jumlah pelanggan mencapai 176 juta pada 2021. Adapun layanan fixed broadband Telkom memiliki 8,6 juta pelanggan melalui merek IndiHome dan menguasai pangsa pasar sekitar 80 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom telkomsel merger indihome
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top