Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kena Prank Saham Netflix, Short Sellers Rugi Bandar Rp14,71 Triliun

Lonjakan saham Netflix dalam beberapa bulan terakhir justru memukul para pelaku transaksi short selling (jual kosong).
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 16 Agustus 2022  |  19:05 WIB
Kena Prank Saham Netflix, Short Sellers Rugi Bandar Rp14,71 Triliun
CEO Netflix Reed Hastings. - Forbes
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Investor Wall Street yang bertaruh saham Netflix Inc. dapat melemah gila-gilaan dalam beberapa bulan terakhir kemungkinan mengalami rugi besar.

Mengutip Bloomberg, Selasa (16/8/2022), saham perusahaan streaming terbesar itu telah melonjak 50 persen dari posisi terendahnya pada Mei 2022. Hal tersebut didukung oleh janji manis perusahaan akan fitur baru untuk menghidupkan kembali pertumbuhan, hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan, dan kesuksesan film thriller sci-fi terbaru Stranger Things.

Alhasil lonjakan saham Netflix justru memukul para pelaku transaksi short selling (jual kosong), yakni investor yang meminjam saham dan menjualnya, berharap untuk membelinya kembali dengan harga lebih rendah untuk mendapat untung dari selisihnya. Berdasarkan data S3 Partners, sejak pertengahan Mei, short sellers telah mengalami kerugian mark-to-market sebesar US$996 juta atau setara Rp14,71 triliun.

Pada posisi titik terendah Mei 2022, saham Netflix pernah anjlok 72 persen karena perusahaan menghadapi persaingan yang meningkat, pelanggan yang uangnya tergerus kenaikan inflasi, kemungkinan resesi global dan akhir dari masa kejayaan streaming pasca pandemi. 

Bearishness sangat ekstrim. Saham [Netflix] mencapai level oversold yang ekstrem, dan diperdagangkan dengan diskon besar-besaran dalam hal valuasi, untuk sesama perusahaan streaming,” kata Neil Campling, kepala penelitian teknologi, media dan telekomunikasi Mirabaud Securities.

Kendati demikian, menurut Ihor Dusaniwsky, direktur pelaksana analitik prediktif S3, short sellers saham Netflix yang masih turun 59 persen pada 2022, yang telah bearish sejak awal 2022 masih menghasilkan keuntungan mark-to-market senilai US$$2,69 miliar.

Reli baru-baru ini di saham Netflix mencerminkan optimisme tentang dimulainya versi layanan streaming yang sangat dinanti-nantikan dengan fitur iklan. Netflix juga menindak keras terhadap pembagian kata sandi, dan kehilangan pelanggan kuartal kedua yang lebih ditakuti. Perusahaan juga memperkirakan pertumbuhan basis pelanggan setelah dua kuartal mengalami kontraksi.

Para pelaku short selling yang semula bertaruh saham Netflix akan turun kemungkinan telah menyerah dan berbalik membeli saham Netflix.

Pada bulan lalu, short sellers telah membeli kembali sekitar 2,4 juta saham senilai US$599 juta, menurut data S3 Partners. Itu adalah penurunan 18 persen dalam jumlah total saham yang di-short sell saat Netflix menguat.

Short sellers saham Netflix telah secara aktif memangkas eksposur pendek mereka setelah laporan pendapatan terbaru perusahaan. Perusahaan memprediksi yang kondisi terburuk segera berakhir dan untuk kuartal ini akan menghasilkan pendapatan atau pertumbuhan pengguna yang lebih baik,” kata Dusaniwsky.

Saham Netflix masih lebih murah dari biasanya setelah rebound. Saham perusahaan dihargai kurang dari 23 kali keuntungan yang diproyeksikan selama 12 bulan ke depan, jauh di bawah rata-rata 10 tahun yakni 80 kali. Sebagai pembanding, price-earnings ratio (PER) Nasdaq 100 berada di 24, sedangkan PER indeks S&P 500 adalah 18.

Adapun investor juga bersiap untuk beberapa volatilitas karena masalah persaingan streaming dan kenaikan biaya, tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Saham Netflix dapat berjalan dengan sangat baik selama 12 hingga 24 bulan ke depan, tetapi mungkin akan ada titik masuk yang lebih baik di musim gugur," kata Matt Maley, kepala strategi pasar Miller Tabak + Co.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Netflix wall street streaming nasdaq

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top