Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Masuki Usia 26 Tahun, Erajaya (ERAA) Kebut Diversifikasi Bisnis

Dari lini bisnis digital, ERAA mengoperasikan total 1.111 gerai per Maret 2022, termasuk gerai yang berlokasi di Malaysia dan Singapura.
Karyawan beraktivitas di salah satu gerai Erafone milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan beraktivitas di salah satu gerai Erafone milik PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) di Jakarta, Rabu (5/1/2021). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbk. melanjutkan diversifikasi usaha dengan merealisasikan ekspansi gerai di sejumlah lini bisnis vertikalnya.

Emiten berkode saham ERAA ini menargetkan tambahan sekitar 500 gerai baru di semua lini bisnis sampai akhir tahun, mulai dari digital, food and beverages, hingga kesehatan.

“Jika ditanya ke mana arah bisnis Erajaya Group dan mengapa kami melakukan diversifikasi, ada customer centricity sebagai basis di mana kami bisa memilih bisnis baru sesuai kebutuhan konsumen,” kata Direktur Erajaya Swasembada Jeremy Sim Chee Ping dalam acara konferensi pers Eraversary ke-26, Selasa (16/8/2022).

Dia mengemukakan bahwa Erajaya sebagai salah satu distributor telepon genggam terbesar di Indonesia menjual belasan juta gawai ke konsumen setiap tahunnya. Di sisi lain, siklus belanja telepon genggam konsumen Indonesia rata-rata adalah 18 bulan sekali. Jimmy berpendapat terdapat peluang basis pelanggan yang belum dimanfaatkan dengan lebih maksimal oleh perusahaan.

“Setiap tahunnya kami melakukan transaksi terhadap belasan juta pelanggan dan kalau kami bisa menangkap 20—30 persen dari pelanggan ini, basis pelanggan kami bisa tumbuh 5-6 juta pelanggan setiap tahunnya,” tambah Jimmy.

Jimmy menjelaskan pengembangan bisnis baru Erajaya Group mengacu pada analisis perilaku konsumen basis pelanggan tersebut. Selain lini bisnis produk digital yang menaungi aktivitas perdagangan telepon genggam dan elektronik, ERAA juga melakukan ekspansi di lini bisnis ritel lifestyle, beauty and wellness, dan food and nourishment.

Dari lini bisnis digital, ERAA mengoperasikan total 1.111 gerai per Maret 2022, termasuk gerai yang berlokasi di Malaysia dan Singapura di bawah jaringan gerai Erafone, iBox, Erablue, Samsung, dan Xiaomi. Perseroan menargetkan bisa menambah sampai 400 gerai baru sampai akhir 2022.

“Untuk Erajaya Active Lifestyle, kami saat ini memiliki 54 gerai dan target menambahkan sekitar 30 gerai sebelum akhir 2022,” kata Jimmy.

Untuk bisnis beauty and wellness, Erajaya Group memiliki 1.400 item barang dan mengoperasikan 33 gerai. Jimmy mengatakan perseroan menargetkan penambahann sekitar 20 gerai anyar sebelum 2022 berakhir.

Terakhir di bisnis food and nourishment, ERAA menargetkan penambahan sekitar 43 gerai baru sepanjang 2022. Sampai Maret 2022, terdapat 56 gerai yang dioperasikan.

Lini bisnis produk digital tercatat menyumbang  93 persen dari total penjualan bersih ERAA sebesar Rp11,48 triliun pada kuartal I/2022. Sementara itu, lini bisnis ritel olah raga dan gaya hidup, makanan, serta kecantikan dan kesehatan berkontribusi sebesar 7 persen pada periode ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper