Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham ADMR Makin Hot, Cek Rekomendasi Analis

Saham Adaro Minerals ADMR menanjak seiring dengan rencana masuknya investor Hyundai ke proyek smelter aluminium.
Ilustrasi proyek PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO). Saham ADMR menanjak seiring dengan rencana masuknya investor Hyundai ke proyek smelter aluminium.
Ilustrasi proyek PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO). Saham ADMR menanjak seiring dengan rencana masuknya investor Hyundai ke proyek smelter aluminium.

Bisnis.com, JAKARTA — Saham emiten batu bara metalurgi milik Garibaldi Thohir, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) makin kinclong usai dikabarkan menjajaki kemungkinan investasi dari perusahaan otomotif raksasa asal Korea Selatan, Hyundai.

Pada perdagangan Jumat (12/8/2022) pukul 10.00 WIB, harga saham ADMR terpantau melanjutkan kenaikan 2,82 persen, atau setara dengan 50 poin ke Rp1.820.

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Muhammad Syahrizannas memberikan rekomendasi beli untuk saham ADMR dengan target harga di Rp1.825 dan stop loss di bawah Rp1.720.

"Secara teknikal ADMR berpotensi reversal trend jangka pendek didukung oleh pembentukan bullish long body candle pada perdagangan terakhir serta kuat berada diatas pergerakan rata-rata (MA20) hari," ungkap Syahrizannas dalam riset harian, Jumat (12/8/2022).

Senada, Analis RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi menyebutkan ADMR terlihat melakukan rebound dan berhasil breakout resistance garis MA20 disertai volume untuk menguji resistance garis MA50.

Jika mampu breakout garis MA50 maka akan mengkonfirmasi sinyal breakout dari fase sideways menuju bullish. Support di 1.710 dengan target resistance di 1.895 lalu 2.130. Cut loss di 1.570.

ADMR dikabarkan menjajaki kemungkinan investasi dari perusahaan otomotif raksasa asal Korea Selatan, Hyundai. yang akan berinvestasi pada proyek smelter aluminium di Kawasan Industri Hijau Indonesia.

Adapun, proyek smelter di bawah PT Adaro Aluminum Indonesia ini memiliki nilai investasi US$728 juta atau sekitar Rp10,4 triliun.

"Saat ini kami dalam proses perencanaan yang lebih detail untuk mengembangkan aluminum smelter, antara lain dengan berupaya menggandeng mitra kerja dari luar negeri yang sudah memiliki rekam jejak, pengalaman, teknologi terkini dan pengetahuan secara menyeluruh di industri aluminium," ungkap Head of Communication Adaro Febriaty Nadira kepada Bisnis, Jumat (12/8/2022).

ADMR berharap agar dapat segera merealisasikan investasi dan memulai konstruksi pada akhir tahun ini, yang proses konstruksinya diperkirakan memakan waktu 24 bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper