Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Acset ACST Masih Tahan Belanja Modal, Tahun Depan Mulai Ekspansi

PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) masih cenderung menahan belanja modal dan akan memacu ekspansi tahun depan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 Agustus 2022  |  19:29 WIB
Acset ACST Masih Tahan Belanja Modal, Tahun Depan Mulai Ekspansi
PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) masih cenderung menahan belanja modal dan akan memacu ekspansi tahun depan. - acset
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) masih menahan belanja modal atau capital expenditure pada tahun ini. Ke depan, belanja modal bakal disiapkan sesuai penambahan proyek yang ada.

David Widjaja, Direktur Keuangan dan Legal Acset Indonusa, menjelaskan belanja modal sangat sangat bergantung kebutuhan rencana penggunaan proyek yang dilakukan karena tidak terlalu banyak realisasi pada periode 2021-2022.

"Kami banyak ekspansi di 2018--2019 lalu, tahun-tahun ini kondisi Covid-19 masih berkaitan dengan proyek-proyek sebelumnya tidak merealisasikan belanja modal tahun lalu dan tahun ini," jelasnya, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya, sektor konstruksi tidak terlalu banyak membutuhkan aset dan lebih menyesuaikan dengan kebutuhan proyek.

Dalam grup, ACST mencoba melengkapi value chain yang ada melalui anak perusahaan yang bergerak di bidang rental alat berat, jasa formwork, rental passenger hoist dan tower crane, maupun entitas asosiasi yang menyediakan jasa concrete pumping.

"Belanja modal akan digunakan untuk menambah dan mengganti alat produksi ACSET yang sudah habis masa pakainya," tambahnya.

Ke depan, ACST lanjutnya, eksansi bergantung pada proyek baru yang dikerjakan. Saat ini, peralatan ACST sudah cukup banyak di anak usaha.

"Kami coba optimalisasi dahulu, sambil melihat kebutuhan alat yang masih belum punya, kalau ada kebutuhan lebih yang belum dimiliki akan spend capex di tahun depan. Belanja modal yang dilakukan ACST akan sangat menyesuaikan rencana pencapaian proyek ke depan," terangnya.

ACST pada kuartal kedua tahun 2022 membukukan pendapatan sebesar Rp508,7 miliar atau turun sebesar 21,01 persen dari Rp644,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan mencatatkan penurunan biaya keuangan menjadi sebesar Rp7,9 miliar atau turun sebesar 80,9 persen dari Rp41,5 miliar pada kuartal kedua periode yang sama tahun 2021.

Corporate Secretary dan Investor Relations Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari menegaskan di periode ini, rugi bersih Acset turun sebesar 25,3 persen dari Rp153,2 miliar pada kuartal kedua tahun 2021 menjadi Rp114,5 miliar di periode yang sama di tahun 2022.

"Pandemi yang turut berkontribusi dalam terhambatnya penyelesaian proyek berjalan maupun penundaan tender yang diikuti masih menjadi faktor yang mempengaruhi kinerja Perseroan pada periode ini," jelasnya dalam keterangan, Kamis (28/7/2022).

Namun, emiten berkode ACST ini tetap fokus pada usaha perbaikan internal yang bertujuan memperkuat fundamental, sehingga siap melaju seiring pemulihan yang akan terjadi di industri konstruksi yang mulai dirasakan.

Operational excellence yang dilakukan secara masif dan berkelanjutan tercermin dalam penurunan biaya serta penurunan rugi bersih dibandingkan dengan periode lalu.

Sepanjang Semester I/2022, ACSET mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp516,4 miliar atau naik sebesar 169,8 persen dari Rp191,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perolehan kontrak baru tersebut terdiri atas proyek pondasi dan infrastruktur. Dalam sektor pondasi, beberapa kontrak baru yang berhasil diraih di antaranya LRT City Jatibening dan Soil improvement Batang.

Seluruh proyek pondasi tersebut dikerjakan oleh anak usaha ACST yakni PT Acset Pondasi Indonusa. Sementara itu, pada sektor infrastruktur, ACST mendapatkan kontrak baru di pekerjaan penambahan lajur Tol Tangerang – Merak.

Berdasarkan kontribusi per lini bisnis dalam perolehan pendapatan periode ini didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 41 persen, disusul sektor infrastruktur sebesar 36 persen, dan pondasi sebesar 23 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

acset indonusa acst Kinerja Emiten astra konstruksi
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top