Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hasil RUPS Medco Energi MEDC Setuju Dividen Sekitar Rp525 Miliar

Medco Energi MEDC dalam RUPS memutuskan dividen US$35 juta atau sekitar Rp525 miliar dari laba bersih 2021.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  18:30 WIB
Hasil RUPS Medco Energi MEDC Setuju Dividen Sekitar Rp525 Miliar
Medco Energi MEDC dalam RUPS memutuskan dividen US35 juta atau sekitar Rp525 miliar dari laba bersih 2021. Istimewa - SKK Migas.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan pembagian dividen dari laba bersih 2021.

Hilmi Panigoro, Direktur Utama Medco Energi, menyampaikan pada hari ini, Rabu (27/7/2022) RUPST menyetujui pembagian dividen US$35 juta dari laba untuk tahun buku 2021.

"Pembagian dividen akan dilakukan pada akhir Agustus, dimana sedikit lebih tinggi dari panduan Perseroan sebesar Rp 15-20 per lembar saham," paparnya dalam siaran pers.

Pemegang Saham juga menyetujui penunjukkan Auditor untuk tahun 2022, Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan yang diaudit untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 serta menyetujui remunerasi Dewan Komisaris dan Dewan Direksi.

“Saya senang dengan kinerja operasional dan keuangan kami yang kuat pada tahun 2021 dan prospek yang cerah untuk beberapa tahun ke depan. Hal ini memungkinkan kami untuk membagikan dividen sebagai bentuk apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari para Pemegang Saham kami,” tambah Hilmi.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan pada Jumat (10/6/2022), MEDC membukukan laba bersih senilai US$47,01 juta sepanjang 2021. Kondisi ini kontras dengan tahun 2020 dimana MEDC mencatat rugi bersih US$192,82 juta.

Pada tahun 2021, MEDC juga mencatatkan EBITDA sebesar US$714 juta atau naik 44 persen year on year (yoy).

Roberto Lorato, CEO Medco Energi, mengatakan pihaknya dengan senang melaporkan kinerja keuangan yang kuat.

“Hal ini seiring dengan harga dan permintaan yang pulih pasca Covid-19,” jelasnya.

Manajemen MEDC menjelaskan, laba bersih yang dicatatkan pada tahun lalu seiring dengan pulihnya tingkat permintaan energi yang sebelumnya rendah akibat Covid-19 pada 2020. Adapun ketiga segmen usaha yakni minyak & gas, ketenagalistrikan dan tambang membukukan laba.

MEDC mencatatkan total pendapatan senilai US$1,32 miliar atau lebih tinggi dibandingkan perolehan di 2020 senilai US$1,09 miliar.

Secara rinci, kontrak penjualan migas menjadi penyumbang penerimaan MEDC terbesar sepanjang 2021 senilai US$1,18 miliar. Kemudian kontrak konstruksi menyumbangkan U$32,09 juta, disusul oleh kontrak penjualan listrik US$25,30 juta.

Selanjutnya, kontrak operasi dan jasa pelayanan mencatatkan penerimaan sebanyak US$27,54 juta, kontrak penjualan jasa lainnya US$14,30 juta, serta sewa dan pendapatan bunga sebesar US$39,92 juta.

Manajemen MEDC memaparkan, harga jual rata-rata minyak senilai US$68 per barel atau lebih tinggi 69 persen dibandingkan tahun 2020 senilai US$40 per barel. Harga penjualan rata-rata tertimbang gas adalah US$6,5 per mmbtu atau naik 26 persen dari 2020 senilai US$5,2 per mmbtu.

Di sisi lain, laba bersih Medco di tahun lalu juga dipengaruhi oleh dry hole dan penurunan nilai dari Blok Meksiko 10 & 12 total sebesar US$28 juta, penurunan nilai PT Api Metra Graha (AMG) sebesar US$15 juta.

Penurunan tersebut turut diimbangi dengan penyesuaian nilai pada Sarulla sebesar US$47 juta dan PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) sebesar US$25 juta.

Adapun, jumlah belanja modal atau capex yang terealisasi adalah sebesar US$ 114 juta. Kegiatan belanja modal terpantau meningkat di kuartal IV/2021 seiring dengan pulihnya permintaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

medco medco energi internasional dividen RUPS
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top