Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Grup Sinarmas (DSSA) Borong Saham Smartfren (FREN) Rp500 Miliar via OWK

Setelah transaksi, kepemilikan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) dalam Smartfren (FREN) menjadi 72,59 miliar saham atau setara 23 persen.
Model memperlihatkan Kartu Perdana BosKu (Bonus Kuota) saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (26/3/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Model memperlihatkan Kartu Perdana BosKu (Bonus Kuota) saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (26/3/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Grup Sinarmas melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) bersama anak usahanya menambah kepemilikan sebanyak 5 miliar saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) melalui penukaran obligasi wajib konversi (OWK).

Sekretaris Perusahaan Dian Swastatika Sentosa Susan Chandra mengatakan transaksi dilakukan pada 11 Juli 2022. Setelah konversi OWK, kepemilikan DSSA di Smartfren menjadi 72,59 miliar saham atau setara 23 persen dari sebelumnya 67,59 miliar atau setara 21,8 persen.

“Peningkatan kepemilikan saham perseroan dalam FREN melalui konversi OWK yang dimiliki oleh entitas anak,” kata Susan dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (26/7/2022).

Sebagai informasi, FREN sebelumnya menetapkan harga pelaksaan konversi OWK menjadi saham seri C senilai Rp100 per saham. Hal itu sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 Juni 2021. Jika mengacu ke harga ini, maka transaksi konversi OWK oleh DSSA ini bernilai Rp500 miliar.

Adapun saham FREN hari ini melejit 12,64 persen atau 11 poin ke level Rp98 dengan kapitalisasi pasar Rp30,88 triliun. Penguatan saham FREN seiring dengan kabar Grup Alibaba yang dilaporkan DealstreetAsia, akan menyuntik investasi sekitar US$100 juta ke FREN.

Kabar rencana masuknya Alibaba ke tubuh FREN bukanlah hal yang baru. Pada Oktober lalu, operusahaan yang didirikan oleh Jack Ma itu disebut tertarik untuk berinvestasi di FREN.

Ketika itu, Alibaba berniat dan menargetkan untuk meminang perusahan teknologi itu pada akhir 2021. Namun demikian, hingga berganti tahun, aksi korporasi itu tak kunjung terwujud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper