Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bukalapak (BUKA) Benamkan Dana IPO Rp11,2 Triliun di Deposito

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membenamkan dana hasil initial public offering (IPO) sebesar Rp11,2 triliun.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  17:33 WIB
Bukalapak (BUKA) Benamkan Dana IPO Rp11,2 Triliun di Deposito
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membenamkan dana hasil initial public offering (IPO) sebesar Rp11,2 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, dana simpanan itu terpecah menjadi beberapa. Pada deposito pertama sebesar Rp5 triliun dengan kupon bunga 3,10 persen.

Adapun, dana kedua sebesar Rp3 triliun memiliki kupon bunga 3 persen dan dana ketiga Rp2,2 triliun memiliki bunga 2,75 persen. Terakhir dana sebesar Rp1 triliun memiliki bunga 2,9 persen.

Selain itu, PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) menelan biaya initial public offering (IPO) sampai dengan Rp574,84 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi, emiten teknologi itu menghabiskan dana paling besar untuk biaya jasa penyelenggaraan (management fee) sebesar Rp262,80 miliar atau 1,2 persen dari total pengeluaran.

Adapun, pengeluaran terbesar kedua berasal dari biaya jasa penjaminan (underwriting fee) sebanyak Rp131,40 miliar atau 0,60 persen dari hasil dana IPO. Meski demikian, BUKA masih mengantongi dana segar sebesar Rp21,32 triliun setelah dikurangi biaya-biaya pencatatan.

Sementara itu, emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mencatatkan jumlah take rate yang tinggi hingga kuartal I/2022.

Take rate Bukalapak tercatat meningkat 76 basis points (bps) menjadi 2,31 persen di kuartal I/2022, dari 1,55 persen di kuartal I/2021.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis menilai, peningkatan take rate Bukalapak ini cukup baik bagi kinerja BUKA. Menurutnya, take rate ini berpotensi meningkat lagi jika terdapat traction yang berkelanjutan dari inisiatif-inisiatif fintech perseroan.

"Mungkin ada kesempatan [peningkatan take rate] kalau inisiatif-inisiatif fintech ada traction yang berkelanjutan," kata Niko, Senin (4/7/2022)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bukalapak BUKA ipo deposito
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top