Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Yen Menguat Usai Penembakan Eks PM Shinzo Abe, Bursa Jepang Masih Hijau

Yen Jepang menguat 0,26 persen atau 0,35 poin ke level 135,66 per dolar AS pada pukul 13.28 WIB.
Penyelidik bekerja di sekitar lokasi di mana mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak dari belakang oleh seorang pria selama kampanye pemilihan untuk pemilihan Majelis Tinggi 10 Juli 2022 di Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022). Kyodo/via REUTERS
Penyelidik bekerja di sekitar lokasi di mana mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak dari belakang oleh seorang pria selama kampanye pemilihan untuk pemilihan Majelis Tinggi 10 Juli 2022 di Nara, Jepang, Jumat (8/7/2022). Kyodo/via REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Yen Jepang menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (8/7/2022), menyusul insiden tertembaknya mantan PM Jepang Shinzo Abe. Sementara itu, bursa Jepang masih bertahan di zona hijau.

Dilansir Bloomberg, yen Jepang menguat 0,26 persen atau 0,35 poin ke level 135,66 per dolar AS pada pukul 13.28 WIB. Analis menilai penguatan ini dipicu oleh aksi spontan pelaku pasar yang mencari aset safe haven.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,1 persen ke level 26.517,19 pada pukul 13.31 WIB. Sebelum peristiwa penembakan terjadi, Nikkei sempat menguat dan berada di posisi 26.871. Indeks Topix menguat 0,27 persen ke level 1.887,43. Di sisi lain, 

"Pasar saham tidak menyukai ketidakpastian dan ada reaksi psikologis yang terjadi," kata kepala divisi investasi multi-manajer Saison Asset Management Tetsuo Seshimo, seperti dilansir Bloomberg, Jumat (8/7/2022).

Sebelum penembakan, pasar saham mendapat dorongan dari rencana stimulus 1,5 triliun yuan (US$220 miliar) di China, yang sebagian besar akan disalurkan untuk infrastruktur.

Pemerintah Jepang mengonfirmasi penembakan terhadap Abe. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno mengatakan bahwa mantan PM Abe ditembak sekitar pukul 11.30 waktu setempat.

"Seorang pria, yang diyakini sebagai penembak, telah ditahan. Kondisi mantan perdana menteri Abe saat ini tidak diketahui. Apapun alasannya, tindakan barbar seperti itu tidak akan pernah bisa ditoleransi, dan kami mengutuk keras itu," ungak Matsuno, seperti dikutip Channel News Asia.

Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan melalui Twitter bahwa Australia turut prihatin terhadap kejadian ini.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan dia percaya semua orang terkejut dan sedih mendengar insiden ini. Atas nama pemerintah Taiwan, ia juga ingin mengutuk keras tindakan tersebut.

"Mantan Perdana Menteri Abe bukan hanya teman baik saya, tetapi juga teman setia Taiwan. Dia telah mendukung Taiwan selama bertahun-tahun dan berusaha keras untuk mempromosikan kemajuan hubungan Taiwan-Jepang," ungkap Ing-wen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper