Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inflasi Tinggi, MAP Group (MAPI) Bersiap Hadapi Penurunan Daya Beli

Emiten ritel modern PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mewaspadai dampak situasi eksternal seperti inflasi terhadap kinerja perseroan tahun ini, terlepas dari kinerja positif yang berhasil dibukukan sepanjang kuartal I/2022.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  07:19 WIB
Inflasi Tinggi, MAP Group (MAPI) Bersiap Hadapi Penurunan Daya Beli
Portofolio gerai multi brand PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. / mapactive.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten ritel modern PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) mewaspadai dampak situasi eksternal seperti inflasi terhadap kinerja perseroan tahun ini, terlepas dari kinerja positif yang berhasil dibukukan sepanjang kuartal I/2022.

VP Investor Relations, Corporate Communications and Sustainability MAP Group Ratih Gianda mengatakan situasi pada 2022 akan tetap menantang karena adanya perkiraan gangguan terhadap supply chain, serta biaya inflasi yang lebih tinggi untuk transportasi dan pasokan barang. Hal tersebut berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan pada beberapa kuartal mendatang.

“Hal ini membuat MAPI akan tetap berhati-hati dalam memperkirakan pertumbuhan jangka pendeknya,” kata Ratih dikutip Selasa (5/7/2022).

MAPI mencatatkan peningkatan kinerja pada kuartal I/2022, sejalan dengan meningkatnya antusiasme pelanggan untuk kembali berbelanja di mal akibat pelonggaran mobilitas masyarakat.

Pada Januari—Maret 2022, pendapatan bersih MAPI naik 30,6 persen menjadi Rp5,6 triliun dari Rp4,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin laba kotor (GPM) MAPI juga meningkat dari hanya 41,7 persen pada kuartal I/2021 menjadi 42,9 persen pada kuartal I/2022.

Sejalan dengan naiknya pendapatan, laba usaha Mitra Adiperkasa melonjak 160,3 persen menjadi Rp488,4 miliar, dibandingkan dengan Rp187,6 miliar pada kuartal I/2021. EBITDA tumbuh 41,1 persen YoY dari Rp727 miliar menjadi Rp1 triliun.

Laba bersih MAPI tercatat meningkat pesat dari hanya Rp18,5 miliar pada kuartal I/2021 menjadi Rp577,2 miliar pada kuartal I/2022 atau naik 1.865,7 persen secara tahunan. Peningkatan laba bersih yang signifikan mencakup hasil transaksi divestasi sebagian Burger King yang telah terealisasi pada awal tahun ini.

Pertumbuhan kinerja juga didorong oleh momentum kenaikan penjualan pada segmen sports, gawai digital, dan bisnis makanan dan minuman (F&B), yang meliputi sebagian besar dari 84 gerai baru yang dibuka pada kuartal I/2022. MAPI juga meluncurkan gerai power store Foot Locker pertamanya di Senayan City, gerai multi-brand gawai baru Digiplus, serta coffee experience center eksklusif di Starbucks Dewata, Bali.

“Penjualan dan pertumbuhan laba kuartal I/2022 ini mencerminkan keyakinan kami pada model bisnis unik MAPI, yang secara efektif mengkombinasikan ritel multi-channel di seluruh gerai, kanal digital milik perusahaan, dan marketplace pihak ketiga,” pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi mitra adiperkasa ritel Kinerja Emiten
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top