Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Minim Belanja Modal, Emisi Obligasi Korporasi Macet

BNI Sekuritas memprediksi pasokan surat utang korporasi hingga akhir tahun ini akan cenderung lebih rendah dibandingkan total jatuh tempo.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  17:27 WIB
Emiten Minim Belanja Modal, Emisi Obligasi Korporasi Macet
ilustrasi investasi. BNI Sekuritas memprediksi pasokan surat utang korporasi hingga akhir tahun ini akan cenderung lebih rendah dibandingkan total jatuh tempo.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penerbitan obligasi korporasi sepanjang tahun 2022 diprediksi menurun di tengah tekanan pada pasar global dan rendahnya kebutuhan emiten untuk membiayai belanja modal.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe mengatakan, dari sisi permintaan prospek pasar obligasi korporasi Indonesia masih cukup menarik. Hal tersebut seiring dengan sikap investor yang melakukan diversifikasi portofolio untuk meningkatkan returnnya sampai akhir tahun.

Meski demikian, Amir memprediksi pasokan surat utang korporasi hingga akhir tahun ini akan cenderung lebih rendah dibandingkan total jatuh tempo. Data dari BNI Sekuritas mencatat, total obligasi korporasi yang akan jatuh tempo pada tahun 2022 adalah sebesar Rp137 triliun.

“Proyeksi kami untuk penerbitan obligasi korporasi full year 2022 cenderung konservatif, yaitu sebesar Rp120 triliun,” katanya dalam sesi diskusi dengan media pada Kamis (30/6/2022).

Menurutnya, minimnya minat obligor untuk menerbitkan surat utang utamanya disebabkan oleh tren suku bunga global yang mulai naik. Selain itu, risiko inflasi juga semakin meningkatkan volatilitas pasar surat utang.

Hal ini membuat korporasi cenderung bersikap wait and see terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menerbitkan surat utang.

Ia menambahkan, kebutuhan emiten – emiten dengan rating utang yang baik untuk emisi obligasi juga cenderung rendah. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh rendahnya jumlah anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) pada tahun ini.

“Emiten – emiten pemain lama di pasar obligasi dan yang rating bagus cenderung belum membutuhkan. Sementara, emiten – emiten yang pemain baru dan ratingnya kurang optimal harus mempertimbangkan kondisi pasar terlebih dahulu,” jelasnya.

Adapun, Amir memprediksi emisi surat utang korporasi hingga akhir tahun 2022 akan didominasi oleh sektor finansial, terutama dari multifinance.

Sebelumnya, Head of Research & Market Information Department Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Roby Rushandie menjelaskan, sebelum masa pandemi virus corona nilai emisi obligasi korporasi baru umumnya akan lebih tinggi dibandingkan jumlah jatuh tempo.

Tercatat, pada tahun 2018 dan 2019 nilai emisi mencapai Rp113,75 triliun dan Rp127,35 triliun, jauh di atas total obligasi yang jatuh tempo masing – masing sebesar Rp80,8 triliun pada 2018 dan Rp92,39 triliun pada 2019.

Namun, di masa pandemi virus corona, korporasi menahan diri untuk menerbitkan surat utang, sehingga nilai surat utang jatuh tempo cenderung lebih tinggi dibandingkan yang diterbitkan.

“Penurunan memang wajar karena risiko pasar yang cenderung tinggi selama pandemi,” jelasnya belum lama ini.

Berdasarkan data tersebut, Roby mengatakan korporasi perlu menerbitkan surat utang sekitar Rp80 triliun lagi untuk membayar seluruh surat utang yang jatuh tempo pada tahun ini. Meski demikian, PHEI memprediksi nilai tersebut akan cukup sulit tercapai.

Ia menjelaskan, sentimen yang menekan pasar obligasi korporasi Indonesia adalah tren kenaikan suku bunga dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Sentimen ini akan meningkatkan risiko di pasar surat utang Indonesia serta menekan minat investor.

Kenaikan risiko serta turunnya minat investor terhadap surat utang jenis ini akan membuat korporasi cenderung menahan diri untuk menerbitkan obligasi baru.

“Dalam skenario moderat, kami memprediksi total penerbitan obligasi korporasi tahun 2022 di kisaran Rp105 triliun hingga Rp110 triliun,” kata Roby.

Data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat total obligasi korporasi yang akan jatuh tempo pada 2022 adalah sebesar Rp145,97 triliun. Sementara itu, jumlah emisi obligasi korporasi hingga 15 Juni 2022 adalah sebesar Rp64,42 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi obligasi korporasi bni sekuritas
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top