Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Obligasi Masih Terguncang, Ini Proyeksi Yield SUN Semester II/2022

Tren volatilitas pasar obligasi masih akan berlanjut sepanjang semester II/2022 mendatang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  16:18 WIB
Pasar Obligasi Masih Terguncang, Ini Proyeksi Yield SUN Semester II/2022
ilustrasi obligasi. Tren volatilitas pasar obligasi masih akan berlanjut sepanjang semester II - 2022 mendatang.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Fluktuasi yang cukup tinggi masih akan membayangi kondisi pasar obligasi Indonesia pada semester II/2022.

Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe mengatakan, saat ini imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) seri acuan 10 tahun cenderung stabil pada kisaran 7,3 persen. Meski demikian, tren volatilitas masih akan berlanjut sepanjang semester II/2022 mendatang.

Salah satu katalis yang menekan pergerakan pasar obligasi Indonesia adalah kelanjutan langkah The Fed yang menaikkan suku bunga acuannya. Ia memperkirakan, kebijakan The Fed tersebut terutama akan terjadi pada kuartal III/2022 mendatang.

“Kenaikan suku bunga The Fed akan membuat investor asing lebih memilih obligasi AS karena yieldnya akan naik mengikuti suku bunga,” jelasnya dalam sesi diskusi dengan media, Kamis (30/6/2022).

Langkah kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan akan diikuti Bank Indonesia (BI) pada kuartal yang sama. Amir memprediksi yield SUN seri acuan pada periode ini berpotensi menembus kisaran 7,7 persen hingga 7,8 persen.

Amir melanjutkan, langkah yang dilakukan BI akan turut meningkatkan risiko di pasar surat utang Indonesia. Seiring dengan hal tersebut, level credit default swap (CDS) Indonesia pun akan terkerek naik.

“Dengan daya tarik obligasi AS yang meningkat, kami perkirakan inflow asing ke SUN Indonesia akan cenderung minim dalam jangka pendek,” lanjutnya.

Meski demikian, Amir mengatakan pasar surat utang Indonesia masih cukup resilien hingga akhir tahun ini. Hal tersebut didukung oleh melimpahnya likuiditas dari dalam negeri, yang umumnya berasal dari bank dan pengelola dana pensiun.

“Langkah bauran kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dan juga pemerintah akan menjaga kondisi pasar obligasi Indonesia,” tambahnya.

Amir memprediksi pada akhir tahun 2022, yield SUN Indonesia seri 10 tahun akan berada di level 7,59 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi yield Obligasi Pemerintah bni sekuritas
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top