Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aldiracita Sekuritas Targetkan Boyong 2 Perusahaan IPO di BEI

PT Aldiracita Sekuritas Indonesia memandang prospek IPO pada 2022 masih positif dan siap membawa 2 perusahaan tercatat di BEI.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 28 Juni 2022  |  19:30 WIB
Aldiracita Sekuritas Targetkan Boyong 2 Perusahaan IPO di BEI
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. PT Aldiracita Sekuritas Indonesia memandang prospek IPO pada 2022 masih positif dan siap membawa 2 perusahaan tercatat di BEI. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aldiracita Sekuritas Indonesia mengungkapkan ikut meramaikan pipeline Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Aldiracita setidaknya akan memboyong dua perusahaan masuk BEI.

CEO Aldiracita Sekuritas Rudy Utomo mengharapkan rencana tersebut terlaksana pada semester II/2022, meski belum diketahui persis akan terjadi pada kuartal III atau IV tahun ini karena masih menunggu laporan keuangan dari kedua perusahaan tersebut.

“Pipeline IPO di Aldiracita, kira-kira ada dua. Dan yang hampir matang satu sih,” ujarnya kepada Bisnis dalam acara media gathering di Jakarta, Selasa (28/6/2022).

Melalui acara media gathering bertema Cerdas Dalam Berinvestasi oleh Aldiracita Sekuritas bersama 21 perusahaan efek dan 3 asset management lainnya, Rudy mengungkapkan potensi perusahaan untuk IPO di sisa tahun ini masih positif karena terlihat dari ramainya calon emiten yang akan IPO pada bulan Juli 2022 mendatang.

Berdasarkan data di laman e-IPO, terdapat delapan perusahaan yang berencana listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui aksi pencatatan perdana saham atau IPO.

Calon emiten tersebut adalah HILL, TRGU, CHEM, ARKO, SWID, GULA, DEWI yang berada dalam periode book building, serta HATM yang berada dalam periode pre-effective.

Kemudian Rudy juga memperkirakan tambahan satu hingga dua perusahaan teknologi sejenis PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) yang turut melantai di bursa pada tahun ini.

“Tahun lalu kan ada satu BUKA, lalu tahun ini ada GOTO, saya rasa di tahun ini masih akan ada yang IPO perusahan sejenis 1-2,” ungkapnya.

Rudy menilai dengan disahkannya aturan Multiple Voting Share (MVS) oleh OJK sangat membantu perusahaan teknologi atau yang berada dalam sektor new economy untuk melantai di bursa saat ini.

Selain itu, dia juga mengaku bahwa terdapat beberapa pipeline perusahaan BUMN yang saat berencana melantai di bursa pada tahun ini.

Namun memang rencana tersebut juga tergantung pada persiapan internal dari masing-masing perusahaan dan juga berkaitan dengan pemenuhan peraturan dari BEI. Rudy percaya dengan tercatatnya perusahaan di bursa, akan membuat perusahaan tersebut semakin menerapkan praktik good corporate governance (GCG).

“Kalau perusahaan sudah masuk bursa, itu akan semakin GCG karena untuk masuk ketentuannya banyak sekali. Jadi perusahaan apapun di dunia, mau besar harus go public,” katanya.

Sebelumnya, hingga akhir April 2022, BEI menyatakan terdapat 35 perusahaan dalam pipeline bursa yang berencana untuk IPO dan hingga 20 April 2022, sebanyak 17 emiten telah resmi melantai di BEI.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna merinci, terdapat sebanyak 6 perusahaan aset skala kecil atau dibawah Rp50 Miliar, 13 perusahaan aset skala menengah, antara Rp50 miliar - Rp250 miliar, serta 16 perusahaan aset skala besar,atau diatas Rp250 miliar.

"Kami senantiasa mendukung perusahaan-perusahaan untuk dapat menghimpun dana di pasar modal," katanya saat dihubungi, Kamis (21/4/2022).

Sementara pada laman e-IPO, setelah 20 April terdapat tambahan empat emiten lain yang melantai di bursa yaitu OLIV dan ASHA, WINR, dan IBOS. Adapun terdapat dua calon emiten yang gagal melantai yaitu NPII dan KING.

Dengan demikian, sepanjang tahun 2022 telah tercatat 21 perusahaan yang mulai go public.

Sedangkan sepanjang tahun 2021, BEI menyampaikan terdapat 54 perusahaan tercatat yang melakukan IPO dengan total fund raised IPO saham mencapai Rp62,61 triliun, naik sebesar 1.022,35 persen dibandingkan dengan tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo aksi emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top