Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Usai Ganti Nama, OASA Incar Omzet Triliunan Rupiah dari Energi Baru Terbarukan

Tahun ini, Maharaksa Biru Energi (OASA) akan menyasar beberapa proyek infrastruktur hijau. Sedikitnya ada dua atau tiga proyek yang sedang diincar dan dibicarakan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  17:23 WIB
Usai Ganti Nama, OASA Incar Omzet Triliunan Rupiah dari Energi Baru Terbarukan
(Kiri) Bobby Gafur Umar menjadi pengendali baru PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) - Dok. Perusahaan.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten infrastruktur dan telekomunikasi PT Protech Mitra Perkasa Tbk. (OASA) mengganti namanya menjadi PT Maharaksa Biru Energi Tbk. dan mengalihkan bisnis utamanya ke industri energi baru terbarukan.

OASA juga turut melakukan perombakan jajaran pengurus, di antaranya mengangkat Hariyadi B.S. Sukamdani dan Cinta Laura Kiehl sebagai Komisaris.

“Saya nyatakan di sini bahwa ke depan kami memang akan serius menekuni industri hijau yang beromzet trliunan rupiah,” kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama/CEO OASA, Senin (27/6/2022). 

Transformasi menekuni industri EBT, menurut Bobby, sesungguhnya merupakan suatu hal yang pasti terjadi dan sudah menjadi keharusan.

“EBT adalah masa depan. EBT kini sudah menjadi suatu keharusan, bukan lagi hanya sekadar pilihan. Karena itu, dukungan semua kalangan dari segala lapisan, adalah sebuah keharusan juga. Pemerintah juga sudah saatnya melakukan upaya lebih serius dalam memacu pengembangan EBT di tanah air,” kata Bobby.

Ke depan, dalam roadmap yang sudah disusun, OASA akan dikembangkan sebagai perusahaan EBT berskala besar. OASA akan mendorong industri untuk mengubah sampah menjadi energi yang bermanfaat.

OASA percaya, green technology akan menyelesaikan masalah besar keterbatasan akses energi, sekaligus membuka kesempatan pertumbuhan ekonomi terbesar di abad 21.

“Kami percaya, bisnis yang menyelesaikan masalah besar, memiliki profitability yang besar juga. OASA bertransformasi menjadi environmental technology group of companies,” kata Bobby.

Dia menambahkan, ke depan OASA ditargetkan akan menjadi perusahaan yang tidak hanya menjalankan ‘bisnis seperti biasa’ tetapi juga akan membuat terobosan dalam hal bisnis yang berkaitan dengan lingkungan.

Bisnis yang akan digeluti antara lain, pengolahan dan pengelolaan sampah, biomassa, sekaligus menjalankan peran sebagai kontraktor untuk proyek energi ramah lingkungan. OASA menjalankan beberapa sektor bisnis, mulai dari bio-kimia, energi, pengolahan limbah dan sampah, hingga teknologi.

“Semuanya kami yakini sebagai bidang-bidang usaha yang akan mendatangkan manfaat dan keuntungan yang besar, tidak hanya buat kami sebagai entitas bisnis yang menjalankannya, tapi juga buat semua stakeholders kami, termasuk masyarakat luas,” kata Bobby.

Mendukung langkah tersebut, OASA juga telah menggandeng mitra sekaligus pemilik teknologi di bidang pengelolaan lingkungan dari Eropa, yakni Suez Group. Terkait pembiayaan, perseroan akan memanfaatkan sumber-sumber dari kreditur luar negeri yang memang sedang mencari portofolio bisnis berbasis energi bersih atau ramah lingkungan.

Tahun ini, OASA akan menyasar beberapa proyek infrastruktur hijau. Sedikitnya ada dua atau tiga proyek yang sedang diincar dan dibicarakan. Kontrak-kontrak tersebut dalam beberapa bulan ke depan diharapkan mulai berjalan. 

"Tidak hanya sebagai kontraktor tapi bisa juga investing atau financing. Kami akan mencoba terobosan-terobosan untuk memanfaatkan dana puluhan triliun dari Jerman untuk infratruktur hijau. Sudah ada beberapa proyek yang masuk dalam rencana bisnis perseroan,” kata Bobby.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top