Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siloam (SILO) Buka Franchise Rumah Sakit Pertama, Ekspansi Minim Risiko

Melalui model bisnis franchise, Siloam International Hospitals (SILO) dapat mendirikan rumah sakit baru tanpa adanya risiko investasi, dan mendapatkan arus pendapatan tambahan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Juni 2022  |  15:44 WIB
Siloam (SILO) Buka Franchise Rumah Sakit Pertama, Ekspansi Minim Risiko
RS Siloam Semanggi - siloamhospitals
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten RS grup Lippo, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) berhasil membuka rumah sakit pertama dengan model franchise pada kuartal I/2022. Model ini diharapkan dapat dilanjutkan sehingga ekspansi perseroan dapat terjadi dengan risiko yang minim.

Presiden Direktur Siloam International Hospitals Darjoto Setyawan menjelaskan Siloam membuka rumah sakit pertamanya yang beroperasi dengan model managed service atau franchise pada kuartal I/2022.

Melalui model bisnis ini, modal pembangunan dan penyediaan rumah sakit berasal dari investor eksternal, dan Siloam mengelola rumah sakit tersebut ketika sudah siap beroperasi.

"Rumah sakit tersebut akan beroperasi di bawah Siloam kami dan sistem rumah sakit akan terintegrasi dengan hospital information system kami," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (22/6/2022).

Melalui model bisnis ini, Siloam dapat mendirikan rumah sakit baru tanpa adanya risiko investasi, dan mendapatkan arus pendapatan tambahan dengan memperoleh presentase dari total pendapatan rumah sakit tersebut.

Model bisnis ini memungkinkan Siloam untuk menjalankan ekspansi dengan risiko rendah, dengan tetap menghasilkan pendapatan yang stabil.

Emiten berkode SILO ini mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,74 triliun pada kuartal I/2022 turun 8,7 persen dibandingkan dengan kuartal I/2021 yang sebesar Rp1,91 triliun.

Posisi EBITDA pun turut tergerus 15,4 persen menjadi Rp409 miliar dari Rp483 miliar. Walhasil, laba bersih SILO anjlok 32,1 persen dari Rp150 miliar menjadi Rp102 miliar pada kuartal I/2022.

"Seiring dengan meredanya pandemi Covid-19, kami semakin fokus untuk menjalankan berbagai macam inisiatif pertumbuhan. Siloam terus berinvestasi meningkatkan kemampuan medis kami selama pandemi dan kami berhasil melangkah maju di tahun 2022," jelasnya.

Penurunan pendapatan tersebut terjadi karena, pertumbuhan bisnis di luar Covid-19 Siloam tetap stabil selama periode kuartal I/2022 meskipun terdampak oleh varian Omicron. Pertumbuhan pendapatan pada periode ini bisa lebih kuat apabila tidak ada varian Omicron.

Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit cukup rendah pada varian Omicron, pendapatan dari KMK atau reimbursement pemerintah atas perawatan pasien Covid-19 berkontribusi 2,9 persen dari total pendapatan 3 bulan 2022 ini dibandingkan dengan 18,3 persen pada kuartal I/2021.

Volume pasien Siloam tetap meningkat dengan stabil pada kuartal I/2022. Jumlah pasien rawat inap mencapai lebih dari 51.000 pasien, meningkat 26,2 persen dibandingkan dengan kuartal I/2021.

Inpatient Days tercatat sebanyak 180.000 pada kuartalI/2022, tetap stabil dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, meskipun volume pasien Covid-19 pada tahun 2022 jauh lebih rendah.

Pada kuartal I/2022, jumlah pasien rawat jalan Siloam mencapai sekitar 699.000 pasien, meningkat 28,3 persen dibandingkan dengan kuartal I/2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup lippo franchise rumah sakit siloam Emiten Rumah Sakit
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top