Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Galang Dana Perang Lawan Rusia, Ukraina Jual NFT US$100 Ribu

Ukraina telah menjual sebuah non fungible token (NFT) yang diterima dari donasi awal Maret lalu untuk menggalang dana perang melawan Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendatangi wilayah Kharkiv yang telah hancur diserang pasukan Rusia/The Moscow Times
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendatangi wilayah Kharkiv yang telah hancur diserang pasukan Rusia/The Moscow Times

Bisnis.com, JAKARTA – Ukraina telah menjual sebuah non fungible token (NFT) yang diterima dari donasi awal Maret lalu untuk menggalang dana perang melawan Rusia.

Dilansir dari laman Coindesk pada Selasa (21/6/2022), aset NFT bernama Cryptopunk #5364 tersebut dijual senilai 90 Ethereum (ETH), atau sekitar US$100 ribu (Rp1,48 miliar). Deputi Menteri Transformasi Digital Ukraina Alex Bornyakov mengumumkan penjualan tersebut melalui Twitter.

“Cryptopunk #5364 telah terjual senilai 90 ETH atau US$100 ribu. NFT ini didonasikan beberapa bulan lalu untuk dana @_AidforUkraine. Komunitas kripto terus mendukung Ukraina,.” Jelas Bornyakov dalam cuitannya.

Identitas pembeli NFT tersebut tidak diungkapkan pada transaksi ini. Aset tersebut diestimasikan bernilai lebih dari US$260 ribu saat didonasikan ke dompet Ethereum Ukraina pada Maret lalu sebelum pasar kripto mengalami koreksi harga signifikan.

Secara total, Ukraina telah menghimpun dana lebih dari US$135 juta dalam bentuk donasi kripto sejak dompet kripto negara tersebut dibuka secara umum Februari lalu. Beberapa waktu lalu, NFT dengan bendera Ukraina terjual sebesar US$6,75 juta.

Adapun, donasi kripto ini digunakan untuk membeli persediaan militer Ukraina, seperti rompi anti peluru dan peralatan medis. Dana ini juga tidak dioperasikan oleh pemerintah Ukraina, melainkan oleh Kuna, bursa kripto di negara tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan teknologi blockchain, termasuk aset kripto dan NFT bisa menciptakan multiplier effect positif yang meluas dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan dan konsumsi, sehingga meningkatkan perekonomian.

"Blockchain saat ini sudah menjadi salah satu teknologi yang krusial secara global. Teknologi ini dapat diaplikasikan di banyak sektor dan memberi manfaat yang luas bagi masyarakat secara langsung maupun tidak. Langkah baiknya, blockchain memberi harapan dukungan efisiensi dan transparansi sehingga Indonesia dapat mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat," kata Manda dikutip dari keterangan resminya.

Lebih lanjut, Manda mengatakan perkembangan teknologi blockchain begitu cepat dan saat ini masih dalam tahap awal. Indonesia seharusnya bisa mengadopsinya lebih cepat dan memimpin perkembangan teknologi blockchain di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, peluang pengaplikasian project blockchain di Indonesia juga luar biasa luasnya. Blockchain bisa diimplementasikan dalam berbagai sektor, meliputi perbankan, media sosial, hiburan, kesehatan, asuransi, properti, olahraga, energi, pemerintahan, dan berbagai industri lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper