Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBR011 Laku Keras, Sudah Tembus Rp11 Triliun Nih Bestie

Pemesanan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR011 telah menembus Rp11 triliun 2 hari jelang penutupan masa penawaran.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juni 2022  |  14:00 WIB
SBR011 Laku Keras, Sudah Tembus Rp11 Triliun Nih Bestie
Pemesanan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR011 telah menembus Rp11 triliun 2 hari jelang penutupan masa penawaran. (istimewa)
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemesanan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR011 telah menembus Rp11 triliun 2 hari jelang penutupan masa penawaran.

Berdasarkan data yang dilansir dari salah satu mitra distribusi daring Selasa (14/6/2022) sekitar pukul 11.10 WIB, total penjualan SBR011 telah menyentuh Rp11,5 triliun. Adapun kuota pemesanan tercantum Rp1,49 triliun dari target Rp13 triliun.

Masa penawaran SBR011 telah dibuka sejak 25 Mei lalu dan akan berakhir pada 16 Juni 2022 mendatang.

Terkait hal tersebut, Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan, jumlah penjualan SBR memang cenderung meningkat setiap seri nya. Hal ini menandakan semakin banyak masyarakat yang mengenali instrumen tersebut dan membelinya untuk investasi dalam jangka pendek.

Tingginya minat investor terhadap SBR011 salah satunya ditopang oleh kupon yang cukup besar. Sifat kupon yang dapat naik seiring dengan kenaikan suku bunga juga menjadi nilai tambah tersendiri untuk investor ritel.

“Selain itu, opsi untuk jual 50% persen pada tahun kedua cukup menarik minat bagi yang memang horizon investasinya menengah. Dengan kupon yang mengambang, risiko investor kehilangan kesempatan sangat kecil,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (14/6/2022).

Adapun, Wawan menambahkan risiko utama pada SBR011 adalah dari sisi likuiditas. Hal ini mengingat sifat SBR011 yang tidak dapat dijual sewaktu-waktu karena bersifat non tradeable atau tidak dapat diperdagangkan.

“Instrumen seperti SBR memang akan lebih cocok untuk investor yang konservatif,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman meyakini SBR011 dapat menambah pundi keuangan negara. "[Target dari penerbitan SBR011] awalnya Rp5 triliun kami," ujar Luky.

Dalam penerbitan sebelumnya, yakni SBR010, pemerintah berhasil mendapatkan dana Rp7,5 triliun. Luky mengaku optimistis bahwa penawaran SBR011 pun berpotensi melebihi capaian sebelumnya karena kondisi saat ini yang tidak pasti.

Kupon SBR011 memiliki sifat mengambang dilengkapi dengan batas bawah atau floating with floor. Dengan demikian, kupon akan naik bila suku bunga acuan naik, tetapi tidak akan turun lebih rendah daripada batas minimal.

Secara rinci, tingkat kupon tersebut berlaku untuk periode 3 bulan pertama, tanggal 22 Juni 2021 -10 September 2022. Besaran kupon tersebut berasal dari suku bunga acuan yang berlaku  pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 3,5 persen  ditambah spread tetap 200 bps (2,00 persen).

Tingkat Kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3  bulan pada Tanggal Penyesuaian Kupon sampai  dengan Jatuh Tempo. Penyesuaian Tingkat Kupon didasarkan pada suku  bunga acuan ditambah spread tetap 200 bps (2,00 persen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga saving bonds SBR011
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top