Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Cemindo (CMNT) Luncurkan Semen Merah Putih Watershield, Ini Target Penjualannya

Cemindo Gemilang (CMNT) merilis produk baru Semen Merah Putih Watershield yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap total penjualan perseroan hingga 15 persen.
Seremonial Peluncuran Semen Merah Putih Watershield, (Kiri-kanan): Commercial Director Cemindo Gemilang, Surindro Kalbu Adi,GM Sales dan Marketing Cemindo Gemilang, Oza Guswara, Jumat (20/5/2022)/Bisnis-Dewi Fadhilah Soemanagara.
Seremonial Peluncuran Semen Merah Putih Watershield, (Kiri-kanan): Commercial Director Cemindo Gemilang, Surindro Kalbu Adi,GM Sales dan Marketing Cemindo Gemilang, Oza Guswara, Jumat (20/5/2022)/Bisnis-Dewi Fadhilah Soemanagara.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten semen PT Cemindo Gemilang Tbk. (CMNT) baru saja meluncurkan produk semen premium terbaru yang diproyeksikan dapat berkontribusi terhadap penjualan perseroan.

GM Sales dan Marketing CMNT, Oza Guswara menuturkan, produk baru perseroan yang diberi nama Semen Merah Putih Watershield diproyeksikan dapat meningkatkan penjualan keseluruhan Cemindo Gemilang.

“Proyeksi penjualan semen Watershield sekitar 10-15 persen dari keseluruhan penjualan Semen Merah Putih,” ujar Oza dalam acara peluncuran produk Semen Merah Putih Watershield di The Westin, Jakarta, Jumat (20/5/2022).

Produk terbaru CMNT tersebut membidik segmen pasar premium dengan harga yang kompetitif dengan produk serupa di pasaran.

Peluncuran Semen Merah Putih Watershield merupakan inovasi perseroan untuk mengatasi persoalan konsumen, yaitu bangunan yang cepat rusak akibat rembesan air.

Semen Water Shield menggunakan kandungan water repellent yang antiair, seperti efek daun talas pada bangunan sehingga memperkecil risiko penyerapan air.

Inovasi CMNT diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Nantinya perseroan juga akan meluncurkan produk baru lainnya yang ramah lingkungan.

Sebagai informasi, sepanjang 2021 perseroan tercatat membukukan pendapatan yang naik 15,64 persen year-on-year yaitu sebesar Rp8,27 triliun.

Namun demikian, laba bersih menurun hingga 52,9 persen yoy akibat tingginya beban pokok penjualan perseroan, yakni Rp221,54 miliar.

Selama pandemi Covid-19 khususnya tahun lalu, emiten semen cenderung mengalami penurunan kinerja yang tertekan akibat beberapa faktor, di antaranya kenaikan biaya, beban pajak hingga faktor harga jual rata-rata atau average selling price (ASP).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper