Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Stablecoin Terra Luna Guncang Bitcoin ke US$27.000, Saham Kripto Asia Ketar-ketir

Pasar kripto goyah saat kejatuhan TerraUSD sehingga memicu eksodus pada portofolio investasi decentralized finance atau DeFi.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  12:57 WIB
Stablecoin Terra Luna Guncang Bitcoin ke US$27.000, Saham Kripto Asia Ketar-ketir
Stablecoin Terra Luna - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA – Saham-saham di bursa Asia yang terkait dengan aset kripto berpotensi melemah setelah runtuhnya harga stablecoin TerraUSD yang memicu perdebatan dan berdampak kepada koin-koin kripto lainnya.

Mengutip Bloomberg, Kamis (12/5/2022), Avalanche yang menjadi favorit koin kripto terdesentralisasi jatuh sekitar 37 persen, Solana merosot 33 persen. Bitcoin turun 8,4 persen menjadi US$28,402,78, terendah sejak Desember 2020, sebelum sedikit rebound di awal perdagangan Kamis.

Adapun data terakhir CoinMarketCap pada 12.55 WIB, Bitcoin telah tersungkur ke US$27.038 atau anjlok ke 14,12 persen dalam 24 jam terakhir. 

Pasar kripto goyah saat kejatuhan TerraUSD sehingga memicu eksodus pada portofolio investasi decentralized finance atau DeFi.

“Ini adalah waktu yang sangat menegangkan di pasar kripto setelah runtuhnya stablecoin kontroversial UST dan karena mayoritas investor kripto institusional yang berinvestasi tahun lalu sekarang kehilangan uang,” Ed Moya, analis pasar senior di Oanda, menulis dalam sebuah catatan.

Adapun perusahaan China yang terlibat dalam cryptocurrency termasuk Huobi Technology Holdings Ltd yang tercatat sahamnya di Hong Kong dan BC Technology Group Ltd., Feitian Technologies Co. dan Guangzhou KingTeller Technology Co.

Lebih lanjut, saham terkait kripto di Jepang termasuk Monex Group Inc., yang memiliki TradeStation dan Coincheck, serta perusahaan investasi keuangan SBI Holdings Inc. Di Korea Selatan, investor mencermati Woori Technology Investment Co. dan Vidente Co.

Kabar terakhir menyebutkan investor pendukung stablecoin algoritmik TerraUSD, Cashaa bakal memompa likuiditas hingga US$1,5 miliar dalam rangka stabilisasi harga TerraUSD dan koin Luna dari kejatuhannya.

Mengutip Bloomberg, Rabu (11/5/2022), bantuan stabilisasi harga tersebut diungkapkan oleh Pendiri dan chief govt of crypto liquidity supplier Cashaa, Kumar Gaurav.

Investor kripto dalam kesepakatan yang diusulkan akan dapat membeli koin Luna dengan biaya rendah 50 persen dari nilai spot, Gaurav menyatakan dalam sebuah wawancara. Skema tersebut akan menjadi topik penguncian atau lock-up selama satu tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin mata uang kripto aset kripto Kripto Terra LUNA

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top