Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emas Merosot, Terseret Prospek Kenaikan 50 Basis Poin Fed Fund Rate

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange anjlok US$38,30 atau 1,98 persen dan ditutup pada US$1.896,00 per ounce, terdorong oleh prospek kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 April 2022  |  08:11 WIB
Karyawan menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan menunjukan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Senin (14/2/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa pagi (26/4/2022) waktu Jakarta, setelah dolar AS menguat untuk sesi ketiga berturut-turut di tengah ekspektasi Federal Reserve akan mengadopsi kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan kebijakan Mei 2022.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange anjlok US$38,30 atau 1,98 persen dan ditutup pada US$1.896,00 per ounce. Minggu lalu, emas berjangka jatuh 2,0 persen, penurunan tak terduga setelah melonjak ke level tertinggi enam minggu di 2.003 dolar AS pada Senin (18/4/2022).

Pada 18 April 2022, emas untuk pengiriman Juni menyentuh level tertinggi enam minggu pada US$2.003 per ounce di tengah kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dapat mengalami resesi dari tindakan agresif Fed untuk mengendalikan inflasi.

Para analis pasar percaya penurunan emas baru-baru ini dapat dikaitkan dengan daya tarik aset safe-haven lainnya, katakan dolar yang lebih tinggi dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang meningkat, karena emas adalah aset tanpa bunga.

Adapun, kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve telah dijamin pada Mei dan Juni dan sangat mungkin terjadi pada Juli, ini telah mendukung dolar AS.

Beberapa pejabat the Fed telah berupaya menenangkan kekhawatiran pasar selama seminggu terakhir. Pasar memandang bahwa ekonomi dapat berubah negatif ketika bank sentral berupaya untuk membatasi tekanan inflasi yang tumbuh pada laju tercepat mereka dalam 40 tahun.

Sementara kekhawatiran akan hard landing bagi perekonomian belum sepenuhnya hilang, optimisme, terutama terhadap pasar tenaga kerja yang luar biasa, telah menghasilkan pesimisme. Hal ini telah mengirim dolar – penerima manfaat utama dari kenaikan suku bunga – lebih tinggi, membuat emas dan aset safe-haven lainnya menderita.

Pada Senin (25/4/2022), indeks dolar, yang mengukur mata uang AS terhadap mata uang rival utamanya, mencapai level tertinggi 25-bulan di 101,745.

Imbal hasil obligasi AS, yang sering bergerak berdampingan dengan dolar, akhir-akhir ini telah terlepas dari greenback. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun AS turun untuk hari ketiga berturut-turut, kehilangan hampir 4,0 persen pada hari itu.

Selain emas, perak untuk pengiriman Mei turun 58,9 sen atau 2,43 persen dan ditutup pada US$23,67 per ounce.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini fed fund rate the fed

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top