Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Dibuka Menguat Jelang Rilis Data Neraca Perdagangan

Nilai tukar rupiah dibuka menguat 20,50 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.360 per dolar AS.
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati salah satu bank memperlihatkan uang rupiah dan dolar di Jakarta, Kamis (29/4/2021). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terpantau menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (18/4/2021). Di sisi lain, mayoritas mata uang di kawasan Asia dibuka melemah.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah dibuka menguat 20,50 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.360 per dolar AS. Indeks dolar AS pun terpantau menguat 0,1120 poin atau 0,11 persen di posisi 100,6120.

Selain rupiah, mata uang lain di kawasan Asia turut menguat diantaranya dolar Hongkong yang naik 0,00 persen atau 0,0002 poin terhadap dolar AS.

Sementara mata uang won Korea Selatan terpantau melemah 0,30 persen, dolar Taiwan turun 0,29 persen, ringgit Malaysia turun 0,22 persen, dan baht Thailand turun 0,21 persen terhadap dolar AS.

Sebelumnya Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, tetapi, ditutup menguat terbatas di rentang Rp14.330-Rp14.360.

Menurutnya ada beberapa faktor yang menopang penguatan rupiah di minggu ketiga Ramadan.

"Pedagang juga menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa di kemudian hari, untuk melihat apakah mereka berada dalam suasana hati yang sama, lebih hawkish seperti rekan-rekan global mereka," tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (14/4/2022).

Dia melanjutkan, benchmark imbal hasil Treasury 10-tahun turun pada hari Rabu, menyusul kenaikan stabil di awal bulan karena investor bertaruh bahwa Federal Reserve AS akan secara agresif memperketat kebijakan moneter untuk mengekang inflasi yang tinggi.

Sementara dari dalam negeri, sentimen datang dari keyakinan pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi di triwulan I/2022 optimistis di 4,8-5,2 persen. Hal itu diperkuat dari data kinerja sektor industri pengolahan triwulan I/2022 terindikasi meningkat dan berada pada fase ekspansi.

Hal tersebut tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 51,77 persen, lebih tinggi dari 50,17 persen pada triwulan IV/2021, dan berada dalam fase ekspansi.

Selain itu, data Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha pada triwulan IV/2021 tumbuh positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper