Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Strategi Raiz Invest Genjot Jumlah Investor Reksa Dana Tahun Ini

Raiz Invest menyasar investor dari kelompok anak-anak muda di luar kota besar, masyarakat yang baru tumbuh sosial ekonominya dari C ke B, seperti buruh, petani dan pekerja sektor informal.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 17 April 2022  |  16:03 WIB
Tampilan aplikasi PT Raiz Invest Indonesia (Raiz Invest) di playstore. Raiz telah mengeluarkan produk baru investasinya melalui reksa dana terproteksi (RDT) secara online dengan nominal mulai Rp1 juta.
Tampilan aplikasi PT Raiz Invest Indonesia (Raiz Invest) di playstore. Raiz telah mengeluarkan produk baru investasinya melalui reksa dana terproteksi (RDT) secara online dengan nominal mulai Rp1 juta.

Bisnis.com, JAKARTA – Agen Penjual Reksa Dana (APERD) PT Raiz Invest Indonesia menyasar calon nasabah yang belum tersentuh oleh platform investasi sebagai strateginya menggenjot investor setelah berhasil mencatatkan pertumbuhan nasabah pada kuartal I/2022.

Chief Executive Officer Raiz Invest Indonesia Fahmi Arya memaparkan strategi perusahaan untuk menambah jumlah investornya masih sama dengan strategi awalnya.

“Strategi Raiz sejak awal adalah menyasar calon nasabah yang selama ini belum tersentuh oleh platform ataupun agen lainnya seperti Bank,” ungkap Fahmi kepada Bisnis, Minggu (17/4/2022).

Dia mencontohkan, sasaran Raiz Invest di antaranya anak-anak muda di luar kota besar, masyarakat yang baru tumbuh sosial ekonominya dari C ke B, seperti buruh, petani dan pekerja sektor informal.

Selain itu, dia mengungkapkan bahwa perusahaan juga terus meluncurkan fitur-fitur baru yang dapat menarik minat nasabah-nasabah baru untuk memulai berinvestasi di reksa dana.

“Sebagai contoh, Raiz menjadi platform yang paling banyak memiliki opsi pembayaran [seperti QRIS, E-Wallet]. Selain itu, dengan diluncurkannya Raiz Reward, kami berharap semakin banyaknya nasabah yang masuk melalui mekanisme yang ada di fitur ini,” jelas Fahmi.

Sebelumnya, Raiz Invest melaporkan kenaikan jumlah nasabahnya di kuartal I/2022 sebanyak 17,8 persen dari posisi akhir tahun 2021 sebanyak 450.000 rekening menjadi 550.000 rekening.

“Penambahan rekening tersebut terutama didukung oleh bertambahnya opsi pembayaran serta penambahan lini produk yaitu reksa dana terproteksi (RDT) secara online,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Reksa dana terproteksi atau RDT adalah reksa dana berbasis efek utang konvensional maupun syariah yang memiliki konsep perlindungan atas pokok investasi saat jatuh tempo.

Produk investasi jenis tersebut memiliki dua keunggulan utama dibandingkan dengan reksa dana jenis lain. Pertama adalah potensi imbal hasil yang lebih baik dari pada deposito bank dan dibagikan secara periodik. Potensi keuntungan tersebut disebabkan aset dasar RDT menggunakan Obligasi yang memiliki risiko lebih tinggi dari deposito namun juga dapat memberikan imbal hasil lebih baik.

Kedua, adalah minimum investasi yang rendah daripada syarat minimal investasi deposito. Dalam berinvestasi RDT secara online melalui Raiz Indonesia, masyarakat dapat merasakan pengalaman berinvestasi dengan nilai investasi mulai dari Rp 1 juta.

Hingga akhir Maret 2022, Raiz Indonesia telah menawarkan enam RDT kepada publik yang dikelola oleh PT Avrist Asset Management, PT STAR Asset Management, dan PT Trimegah Asset Management.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajer investasi reksa dana investasi reksa dana
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top