Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Ditutup Melemah ke 7.002, Saham BMRI, ASII, BBRI Jadi Favorit Asing

IHSG parkir pada posisi 7.002,53, turun 0,67 persen atau 47,15 poin pada hari ini meskipun investor asing cenderung masuk.
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (25/3/2022) di tengah derasnya aksi beli investor asing.

IHSG parkir pada posisi 7.002,53, turun 0,67 persen atau 47,15 poin pada hari ini. IHSG sempat mencatatkan posisi tertinggi pada level 7.055,34, dan level terendah 6.978,39.

Sejumlah 168 saham menguat, 330 saham melemah dan 186 saham bergerak di tempat. Investor asing mencatatkan aksi net foreign buy Rp866,3,60 miliar di seluruh pasar jelang penutupan. Total transaksi mencapai Rp12,68 triliun.

Investor asing memburu saham BMRI, ASII, BBRI, BBNI, INCO dengan net buy masing-masing Rp168,3 miliar, Rp108,1 miliar, Rp93 miliar, Rp71,3 miliar, dan Rp67,8 miliar. 

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyebutkan mayoritas bursa regional Asia bergerak melemah, dampak dari sentimen eksternal. Pasar tampaknya menanti respons pemerintah China atas seruan dari NATO untuk bergabung mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Sekjen NATO meminta China untuk ikut Andil menjaga ketertiban dunia mengingat perannya sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. Bahkan, NATO berpesan agar China membantu menjembatani dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

“Hal tersebut direspons melalui pergerakan harga komoditas minyak yang sudah berada di atas level US$110 di mana menambah ketidakpastian kapan perang berakhir,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, Jumat (25/3/2022).

Sementara dari dalam negeri, IHSG jelang akhir pekan ini gagal bertahan atas level indeks 7.000. Aksi profit taking dinilai membayangi pergerakan perdagangan saham jelang akhir pekan.

Meski demikian, momentum akumulasi arus modal asing ke dalam negeri masih memberikan katalis positif.

“Hal ini ditopang pengumuman pemerintah yang memberikan pelonggaran PPKM dan juga pelonggaran arus mudik. Sehingga ini akan memberikan momentum recovery ekonomi nasional.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper