Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Chandra Asri (TPIA) Mau RUPST April 2022, Bersiap Ganti Direksi?

Chandra Asri Petrochemical (TPIA) perlu melakukan penyesuaian susunan pengurus untuk meningkatkan kinerja perseroan di masa yang akan datang.
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten./Antara - Muhammad Iqbal
Pekerja mengoperasikan mesin di komplek pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), Cilegon, Banten./Antara - Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) berencana mengubah susunan pengurus perseroan yang akan ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Chandra Asri menjadwalkan RUPST pada 18 April 2022 di Wisma Barito Pacific Tower B Jakarta pada pukul 14.00 WIB. Salah satu agenda RUPST pada mata acara kelima adalah perubahan susunan pengurus perseroan.

“Mata cara kelima sehubungan dengan perseroan perlu melakukan penyesuaian susunan pengurus untuk meningkatkan kinerja perseroan di masa yang akan datang sesuai dengan ketentuan dalam anggaran dasar,” tulis manajemen TPIA dalam keterbukaan informasi, Jumat (25/3/2022).

TPIA juga kemungkinan akan membagikan dividen. Besaran dividen akan ditentukan pada mata acara kedua RUPST yakni penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2022.

Emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2021 dengan pertumbuhan laba mencapai 195 persen dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Direktur Perseroan Suryandi menyampaikan, 2021 merupakan tahun yang penting bagi Chandra Asri karena perseroan berhasil mempertahankan kelangsungan usaha, mencapai keunggulan operasional, dan ketahanan finansial yang berkelanjutan.

TPIA merealisasikan pendapatan setahun penuh sebesar US$2,58 miliar, naik 43 persen dari tahun lalu. Selanjutnya, Chandra Asri juga mencatat EBITDA sepanjang 2021 sebesar US$356,2 juta, naik 91 persen year-on-year.

“Kenaikan pendapatan juga akibat dari harga jual rata-rata yang lebih tinggi di semua produk,” jelas Suryandi dalam konferensi pers, Selasa (15/3/2022).

Alhasil, laba bersih setelah pajak sepanjang 2021 sebesar US$152,0 juta, sekitar 3 kali lipat dari US$51,5 juta yang tercatat pada 2020, dan 195 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper